TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21625-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (496kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21625-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (854kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21625-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (576kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21625-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (667kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21625-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (641kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21625-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (867kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21625-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21625-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (518kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21625-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (625kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21625-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
ABSTRAK
Arum Mita Elfani. 170521100061.Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Budaya, Universitas Trunojoyo Madura, Skirpsi ini mengangkat judul tentang,
KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP MITOS HEWAN DI GOA
NGERONG (Studi Fenomenologi Tentang Mitos Larangan Mengganggu Ikan, Bulus, dan
Kelelawar di Desa Rengel Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban) dibawah bimbingan Bapak
Bangun Sentosa, S.S. M.Si., Ph.D.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Konstruksi sosial masyarakat
terhadap mitos hewan di Goa Ngerong. Teori yang digunakan yaitu teori Konstruksi Sosial
Peter L Berger dan Thomas Luckmann tentang konstruksi realitas yang terjadi dalam tiga
momen simultan yaitu Eksternalisasi, Obyektivasi, dan Internalisasi. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi, teknik
pemilihan informan dengan menggunakan purposive sampling, analisis data menggunakan
reduksi data, model data, penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data
menggunakan trianggulasi sumber. Berdasarkan pada hasil penelitian didapati bahwa
terbentuknya konstruksi sosial mitos hewan di Goa Ngerong berasal dari sosialisasi keluarga,
sekolah, kelompok sebaya, media dan masyarakat. Pertama, Dalam proses Eksternalisasi
terjadi ketika adanya penyesuaian diri dengan tradisi nenek moyang tentang sejarah mitos
hewan di Goa Ngerong yang diceritakan secara lisan oleh keluarga. Melalui sekolah mitos
disosialisasikan sebagai budaya yang harus dilestarikan. Pada kelompok sebaya mitos
diceritakan dengan pengalaman-pengalaman. Melalui media mitos disebarluaskan melalui
media massa dan media sosial. Sedangkan melalui masyarakat berbagai tindakan berupa
tradisi yang dimunculkan oleh masyarakat. Kedua, proses obyektivasi terjadi penyadaran,
pelembagaan, dan habituasi bahwa mitos hewan di goa ngerong merupakan warisan leluhur
yang harus dilestarikan dan merupakan hukum tak tertulis. Ketiga, proses Internalisasi terjadi
ketika Mitos Hewan di Goa Ngerong menjadi bagian dari stok pengetahuan sosial bagi
masing-masing individu dan dimaknai secara berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh proses
sosialisasi baik dari keluarga maupun masyarakat yang telah individu lalui.
Kata Kunci : Mitos Hewan, Larangan, Masyarakat, Goa Ngerong, Konstruksi Sosial
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ARUM MITA ELFANI |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Mitos Hewan, Larangan, Masyarakat, Goa Ngerong, Konstruksi Sosial |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 12:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:22 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32363 |
