TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21593-abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (651kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21593-cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21593-chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21593-chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21593-chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21593-chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (886kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21593-chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21593-conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (457kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21593-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (472kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21593-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
ABSTRAK
Ina Nur Rianti, NIM 17052110017, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura. Skripsi ini tentang Makna
Simbolik Kesenian Dongkrek Sebagai Ritual Pengusir Pagebluk (Studi Kasus
Sanggar Dongkrek Krido Sakti Kecamatan Mejayan Madiun), Dengan dosen
pembimbing Bangun Sentosa Dwi Haryanto, Ph.D.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami makna
simbolik Kesenian Dongkrek sebagai ritual pengusir pagebluk yang dilaksanakan
oleh Sanggar Dongkrek Krido Sakti dengan Masyarakat Desa Mejayan Kecamatan
Mejayan Kabupaten Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara
dan dokumentasi. Pengambilan informan menggunakan metode purposive
sampling. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian
menunjukan bahwa Ritual Kesenian Dongkrek adalah ritual berbalut kesenian yang
dilaksanakan Sanggar Dongkrek Krido sakti bersama masyarakat Desa mejayan
Kecamatan Mejayan Madiun. Ritual Kesenian Dongkrek memiliki makna yaitu 1).
Do’a yang di panjatkan kepada yang Maha Kuasa pada setiap prosesi ritual tersebut
agar selalu diberi kesehatan, 2). Sebagai sarana tolak bala’ agar terhindar dari
segala penyakit, bencana alam dan marabahaya. 3). Sebagai wujud rasa syukur
kepada Tuhan yang Maha Esa dan sebagai pengingat bagi masyarakat Desa
Mejayan mengenai peristiwa yang terjadi di desa tersebut. Kemudian terdapat
sebuah simbol-simbol yakni Pertama, Topeng Dongkrek terdiri dari topeng Roro
Ayu, Roro Perot, Kakek tua sakti, Genderuwo Merah, Genderuwo Hitam,
Genderuwo Kuning/Hijau, Genderuwo Putih. Masing-masing topeng Dongkrek ini
memiliki karakter yang berbeda-beda dan mengandung makna pesan untuk
masyarakat tentang sifat-sifat manusia yang dibawa dari lahir dan menggambarkan
watak masing-masing orang dalam kehidupan bermasyarakat. Kedua, Alat
Tetabuhan terdiri dari bedug, gong beri, gong pamungkas, alat korek, kentongan,
kenong juga memiliki makna yang menggambarkan sifat pencipta Ritual Dongkrek
dalam membasmi wabah pagebluk masa itu.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM INA NUR RIANTI |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Makna Simbolik, Kesenian Dongkrek, Ritual, Pagebluk, Sanggar Krido Sakti |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 11:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:22 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/32223 |
