TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40360-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (324kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40360-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40360-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (139kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40360-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (323kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40360-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (627kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40360-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40360-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (99kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40360-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (142kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40360-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (246kB)
Abstract
Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat merupakan kawasan wisata pesisiryang terletak di zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan LempengEurasia, sehingga memiliki risiko tinggi terhadap bencana tsunami. Peristiwagempa berkekuatan 7,7 Magnitudo pada tahun 2006 yang memicu tsunami dipesisir Pangandaran menjadi bukti nyata ancaman tersebut. Peningkatan aktivitaspariwisata dan pembangunan wilayah pesisir yang terus berkembang berpotensi memperbesar tingkat risiko tsunami, sehingga diperlukan kajian pemetaan risikoyang komprehensif dan aktual. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat bahaya,kerentanan, dan risiko bencana tsunami di Kecamatan Pangandaranmenggunakan analisis spasial berbasis SIG dengan pendekatan Model Crunch (R= H × V). Analisis bahaya dilakukan melalui pemodelan lima skenario ketinggiangelombang (1m, 2m, 5m, 15m, dan 30m) menggunakan fungsi cost distance padaArcGIS Pro 3.4. Analisis kerentanan mengintegrasikan parameter fisik lingkunganmeliputi kemiringan lereng, ketinggian daratan, jarak dari garis pantai, tutupanlahan, serta jarak dari sungai menggunakan metode Simple Additive Weighting.Hasil analisis menunjukkan skenario gelombang 30 meter menggenangi areaseluas 1.542,75 Ha. Kerentanan sangat tinggi mencakup 131,15 Ha dankerentanan tinggi seluas 1.109,42 Ha, terpusat di Desa Pangandaran, Babakan,Pananjung, dan Wonoharjo. Tingkat risiko tinggi mencapai 359,7 Ha, risiko sedang597,95 Ha, dan risiko rendah 6.291,97 Ha. Keempat desa pesisir tersebutmerupakan wilayah dengan risiko tsunami tertinggi akibat kombinasi elevasirendah, jarak dekat dari garis pantai, dan jarak dekat dari sungai. Hasil pemetaanini diharapkan menjadi dasar perencanaan mitigasi dan tata ruang wilayah pesisirKecamatan Pangandaran.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOH RIFQI AL GHIFFARI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Pemetaan risiko tsunami, bahaya, kerentanan, Model Crunch,Pangandaran |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 09:58 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:22 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/31840 |
