TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31266-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (475kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31266-ABSTARCT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (182kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31266-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (148kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31266-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (206kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31266-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (287kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31266-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (347kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31266-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (142kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31266-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (161kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31266-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (387kB)
Abstract
Jahe adalah tanaman herbal berbentuk rimpang yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional, industri farmasi hingga kosmetik karena mengandung senyawa metabolit sekunder dan fenolik aktif yang bermanfaat sebagai antioksidan, analgesik, antibakteri, antivirus serta antiinflamasi. Jahe segar memiliki kandungan air sebesar 80-95% sehingga mudah mengalami kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme serta enzim. Proses pengeringan menjadi salah satu penanganan yang dapat dilakukan untuk memperpanjang umur simpan jahe. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap parameter kadar air, drying rate, moisture ratio, shrinkage area, dan warna serta membandingkan kandungan minyak atsiri pada jahe merah segar dan jahe merah kering yang dikeringkan menggunakan mesin FBD. FBD dipilih karena memiliki suhu yang relaitif lebih rendah dibandingkan mesin pengering lain sehingga dapat mempertahankan kualitas mutu bahan. Proses pengeringan dilakukan selama 3 jam dengan suhu 40 dan 50 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh terhadap kadar air, drying rate, shrinkage area, warna R, G, dan R+G+B sedangkan waktu berpengaruh terhadap kadar air, drying rate, moisture ratio, dan warna b* pada jahe merah. Beberapa parameter pada suhu 50 °C menunjukkan hasil yang belum sesuai dengan teori karena dipengaruhi oleh case hardening. Case hardening merupakan proses pengerasan permukaan luar bahan yang disebabkan oleh suhu tinggi. Pengaruh case hardening terhadap parameter penelitian yaitu menyebabkan penurunan hasil uji parameter menjadi konstan dan untuk meminimalisir hal tersebut dapat dengan menggunakan suhu yang lebih rendah. Uji kandungan minyak atsiri menunjukkan perbandingan kuantitas minyak atsiri jahe merah segar yang lebih tinggi dibandingkan jahe kering. Faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut adalah sifat minyak atsiri yang mudah menguap ketika terkena suhu tinggi, varietas jahe, metode pengeringan, dan metode pemisahan minyak atsiri.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM JIHAN NAIFAH SYAKIRAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Jahe Merah; Minyak Atsiri; Pengeringan |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 09:00 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:22 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/31621 |
