PERBANDINGAN TEKNIK GRAFTING TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PERBANYAKAN TANAMAN MANGGA GARIFTA MERAH (Mangifera indica) DI IP2MP CUKURGONDANG PASURUAN

Jamiatul Munawaroh (2026) PERBANDINGAN TEKNIK GRAFTING TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PERBANYAKAN TANAMAN MANGGA GARIFTA MERAH (Mangifera indica) DI IP2MP CUKURGONDANG PASURUAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-40292-230311100045 Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-40292-230311100045 Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Praktik Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan menerapkan teknik perbanyakan tanaman mangga secara vegetatif melalui metode grafting (sambung pucuk), serta menentukan teknik penyambungan dengan tingkat keberhasilan terbaik di Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur. Percobaan ini menggunakan tiga macam perlakuan teknik grafting, yaitu teknik Sambung Samping (G1), teknik Sambung Baji (G2), dan teknik Sambung Sambatan (G3). Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, tinggi entres pasca grafting, jumlah pecah tunas, serta persentase keberhasilan pertautan hidup tanaman. Pengamatan dilakukan secara berkala setiap 5 hari sekali selama 20 hari masa percobaan. PDF
+ 3

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tunas baru mulai pecah dan muncul pada kisaran hari ke-15 hingga hari ke-20 setelah penyambungan. Berdasarkan perhitungan persentase keberhasilan hidup pada hari ke-20, teknik sambung samping (G1) dan teknik sambung baji (G2) menghasilkan persentase keberhasilan yang sama dan tergolong sedang, yaitu sebesar 55,55%. Sementara itu, teknik sambung sambatan (G3) menunjukkan tingkat keberhasilan yang paling rendah, yaitu hanya sebesar 33,33%. Rendahnya keberhasilan pada teknik sambung sambatan disebabkan oleh tingkat kesulitan yang lebih tinggi, karena membutuhkan ketelitian ekstra dalam menjaga keseimbangan pertautan antara batang bawah dan entres agar posisinya tidak bergeser. Selain faktor keterampilan teknis, faktor lingkungan eksternal seperti curah hujan dan angin kencang juga turut memengaruhi stabilitas sungkup penutup dan kelembapan makro di sekitar area sambungan, yang pada akhirnya memengaruhi keberhasilan kalus bertaut sempurna. Kesimpulannya, teknik sambung baji dan sambung samping lebih direkomendasikan untuk perbanyakan mangga Garifta Merah.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Jamiatul Munawaroh
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords Grafting; Mangga Garifta Merah; Sambung Baji; Sambung Samping; Perbanyakan Vegetatif
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 08:46
Last Modified 24 Oct 2026 17:22
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/31570

Actions (login required)

View Item
View Item