TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40268-Abstract.pdf
Download (16kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40268-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (898kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40268-Chapter1.pdf
Download (69kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40268-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (165kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40268-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (489kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40268-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (622kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40268-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (54kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40268-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (131kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40268-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Ekosistem mangrove berperan penting dalam melindungi wilayah pesisir dari erosi dan abrasi, menyediakan habitat bagi berbagai organisme akuatik, serta berfungsi sebagai penyerap karbon biru. Namun, meningkatnya aktivitas antropogenik di wilayah pesisir menyebabkan akumulasi sampah laut yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan fungsi ekologis mangrove. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas perairan, menganalisis karakteristik sampah laut antropogenik, dan menentukan status pencemaran lingkungan pada ekosistem mangrove Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan menggunakan pendekatan Hazardous Item Index (HII) dan Clean Environment Index (CEI). Penelitian dilaksanakan pada Januari 2026 dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan teknik stratified random sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga zona mangrove, yaitu Seaward, Middle, dan Landward menggunakan transek sabuk berukuran 2 × 20 m. Parameter kualitas perairan yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, dan Dissolved Oxygen (DO). Analisis sampah laut antropogenik dilakukan berdasarkan komposisi, kepadatan, dan berat sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu, salinitas, dan DO masih memenuhi baku mutu air laut berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021, sedangkan pH berada sedikit di bawah baku mutu. Sampah laut didominasi oleh plastik, diikuti karet dan jenis sampah lainnya yang berasal dari aktivitas masyarakat pesisir. Kepadatan sampah tertinggi ditemukan pada zona Seaward akibat pengaruh arus pasang surut yang memicu akumulasi sampah. Nilai HII menunjukkan keberadaan sampah berbahaya berupa logam dan kaca, sedangkan nilai CEI mengindikasikan kondisi lingkungan mangrove berada pada kategori kotor hingga sangat kotor. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan dan restorasi berkelanjutan untuk mengurangi pencemaran sampah laut antropogenik.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AGIL SABANA SEFIARDI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Ekosistem Mangrove;Sampah Laut Antropogenik;Clean Environment Index;Hazardous Item Index;Status Pencemaran Lingkungan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 08:22 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:21 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/31479 |
