TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12692-140331100044_ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12692-140331100044_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (763kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12692-140331100044_CHAPTER I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (99kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12692-140331100044_CHAPTER II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (320kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12692-140331100044_CHAPTER III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (299kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12692-140331100044_CHAPTER IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (554kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12692-140331100044_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12692-140331100044_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (220kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12692-140331100044_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (876kB)
Abstract
UKM. Mubarok adalah industri rumah tangga yang bergerak dalam bidang pembuatan kerupuk. Dalam kegiatan operasionalnya, perusahaan mengalami masalah-masalah seperti kecacatan (defective) atau kesalahan dalam proses produksi kerupuk tersebut. Oleh karena itu diperlukan upaya perbaikan terus menerus (continuous improvement) agar perusahaan tidak mengalami kerugian yang akan muncul dikemudian hari. Untuk mencapai hal tersebut, digunakan metode seven tools of quality dalam upaya perbaikan-perbaikan serta pengurangan tingkat kesalahan maupun kecacatan dalam proses produksinya. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah produksi dan jumlah cacat produk dari bulan Oktober 2017 hingga bulan November 2017, sedangkan data lainnya diperoleh melalui wawancara dengan pemilik perusahaan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat empat jenis kecacatan pada kerupuk yang terjadi selama proses produksi yaitu retak, ketebalan tidak sama, berat perkemasan tidak sama, dan kadar air kerupuk. Analisis pengendalian mutu dilakukan menggunakan alat bantu statistik berupa check sheet, histogram, diagram pareto, diagram sebar, peta kendali P dan Xbar-R, serta diagram sebab-akibat. Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa proses berada dalam keadaan tidak terkendali atau masih mengalami penyimpangan. Hal ini dapat dilihat pada grafik kendali dimana titik berfluktuasi sangat tinggi dan tidak beraturan, serta banyak yang keluar dari batas kendali. Berdasarkan histogram, perbaikan yang perlu dilakukan adalah untuk jenis kerusakan yang paling dominan yaitu ketebalan kerupuk tidak sama (13.785 gram), dan cacat retak (12.935 gram) . Dari analisis diagram sebab akibat dapat diketahui faktor penyebab cacat berasal dari faktor manusia/ pekerja, mesin produksi, metode kerja, material/ bahan baku dan lingkungan kerja, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan serta perbaikan untuk menekan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NURUL ANGGREINI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Pengendalian Mutu, Cacat Produk, Metode Seven Tools Of Quality |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 08:01 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:21 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/31392 |
