TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40240-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (173kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40240-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (600kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40240-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (139kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40240-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (380kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40240-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (662kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40240-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40240-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (130kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40240-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (183kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40240-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (472kB)
Abstract
Perairan selatan Jawa Timur merupakan wilayah penangkapan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang kelimpahannya sangat dipengaruhi oleh fenomena iklim Indian Ocean Dipole (IOD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran daerah penangkapan, pengaruh fenomena IOD terhadap hasil tangkapan, serta hubungan parameter oseanografi saat terjadi IOD dengan hasil tangkapan ikan cakalang. Penelitian ini menggunakan data citra satelit bulanan (Suhu Permukaan Laut, Klorofil-a, dan Salinitas) dari Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) periode 2021-2024, data Dipole Mode Index (DMI) dari NOAA, serta data produksi tangkapan pendaratan dari UPT PPP Pondokdadap Malang. Metode analisis yang digunakan meliputi metode deskriptif kuantitatif, komparatif, analisis varians (ANOVA), dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran daerah penangkapan ikan cakalang terkonsentrasi di Samudra Hindia bagian selatan Jawa Timur pada rentang koordinat 8°-12° LS dan 110°-115° BT, dengan puncak aktivitas penangkapan tertinggi terjadi pada bulan Juni. Fenomena IOD terbukti memberikan pengaruh terhadap fluktuasi produksi cakalang. Pada fase IOD Positif (2023-2024), terjadi penguatan arus upwelling yang berdampak pada penurunan suhu permukaan laut (24-26°C), peningkatan klorofil-a (>1,2 mg/m³), dan stabilitas salinitas perairan (33,4-34,4 psu). Kondisi ini memicu lonjakan produksi ikan yang ditandai dengan nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) mencapai 3,586 ton/trip. Sebaliknya, tangkapan pada fase IOD Negatif dan Netral cenderung lebih rendah dan stabil. Analisis regresi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara parameter oseanografi dengan hasil tangkapan; di mana pada fase IOD Negatif fluktuasi hasil tangkapan didominasi oleh pengaruh suhu permukaan laut dan salinitas, sedangkan pada fase IOD Netral dan Positif hasil tangkapan dipengaruhi secara signifikan oleh ketiga parameter oseanografi secara bersamaan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FERDY ERVANDA ARGIN PUTRA |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Ikan Cakalang, Indian Ocean Dipole, Parameter Oseanografi, Perairan Selatan Jawa Timur, Upwelling. |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 07:55 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:21 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/31371 |
