TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12657-140331100007_ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (86kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12657-140331100007_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (767kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12657-140331100007_CHAPTER I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12657-140331100007_CHAPTER II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (270kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12657-140331100007_CHAPTER III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (175kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12657-140331100007_CHAPTER IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (586kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12657-140331100007_CONCLUSIONS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12657-140331100007_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (70kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12657-140331100007_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (872kB)
Abstract
UD. Lisa Chayang Kwanyar-Bangkalan merupakan salah satu industri yang bergerak dalam bidang pengolahan pangan berupa kerupuk udang. Akan tetapi, masih terdapat beberapa kesalahan dalam proses pembuatan kerupuk udang yang menyebabkan kualitas yang dihasilkan kurang baik. Metode yang dapat digunakan untuk menjamin produk dalam kondisi baik dan sesuai standar adalah seven tools yang merupakan alat bantu pengendalian kualitas menggunakan SQC (Statistical Quality Control). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan jenis cacat, mengetahui tingkat kerusakan produk, menganalisis faktor-faktor yang menjadi penyebab kerusakan produk kerupuk udang, serta menentukan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengurangi tingkat kerusakan pada produk kerupuk udang UD. Lisa Chayang Kwanyar-Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cacat proses produksi kerupuk udang UD. Lisa Chayang Kwanyar-Bangkalan, yaitu ketebalan kerupuk tidak seragam, kerupuk tidak mengembang, dan patah. Penyebab terjadinya produk cacat ketebalan kerupuk tidak seragam, kerupuk tidak mengembang, dan patah dipengaruhi oleh faktor mesin, bahan baku, metode, manusia, dan lingkungan. Pada peta kendali p diketahui bahwa 3 (tiga) jenis cacat tidak terkendali. Perbaikan kualitas adalah untuk jenis cacat ketebalan kerupuk tidak seragam sebaiknya melakukan perawatan peralatan setiap 2 (dua) hari sekali. Selain itu, memperhatikan komposisi perbandingan antara tepung sagu dan udang, untuk jenis cacat kerupuk tidak mengembang sebaiknya lebih memperhatikan komposisi perbandingan antara tepung sagu dan udang. Selain itu, karyawan harus lebih memperhatikan pada saat proses dan waktu pengeringan, untuk jenis cacat patah perlu adanya pelatihan pada karyawan sehingga menghasilkan produk bebas cacat, dan pada saat proses penggorengan harus lebih memperhatikan cara membolak-balik kerupuk dan harus menyesuaikan ukuran kemasan produk
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RIO LOEKMANA LATUWE |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | kerupuk udang, pengendalian mutu, Statistical Quality Control (SQC) |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 07:21 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:21 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/31247 |
