TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31108-Abstrak .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31108-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31108-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31108-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31108-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31108-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31108-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (422kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31108-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31108-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Sumber daya alam yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik adalah sumber daya alam hayati laut. Menurut Boeuf, (2011) menyatakan bahwa sumber daya hayati laut dengan spesifisitas tinggi yang ditemukan dengan manfaat yang luar biasa yang dapat digunakan untuk pemanfaatan pembuatan formulasi sediaan kosmetik. Peel off mask merupakan kosmetik perawatan kecantikan yang familiar dan sangat diminati untuk meningkatkan kelembaban kulit. Peel off mask menjadi sediaan kosmetik yang diharapkan dapat meningkatkan senyawa bioaktif dengan memiliki aktivitas antioksidan dari bahan alami yaitu Holothuroidea, Avicennia marina, dan bittern. Potensi senyawa pada Holothuroidea, Avicennia marina, dan bittern dapat digunakan sebagai antibakteri yang baik untuk kesehatan kulit dan dapat melembabkan kulit. Ekstrak teripang didapatkan sebanyak 12,36 gr sedangkan, ekstrak mangrove api-api sebanyak 14 gr. Hasil persentase rendemen ekstrak teripang didapatkan sebesar 4% dan ekstrak mangrove api-api 3,5%. Karakteristikrnyang diperoleh dari hasil cycling test didapatkan adanya perubahan tekstur pada formula F0, F1, F3, dan F4 dimana gel sedikit lebih memadat dibandingkan F2, sedangkan warna dari seluruh formula yaitu F0 (putih), F1 (dark dolgen rod), F2 (golden rod), F3 (sienna), dan F4 (saddle brown) dengan aroma lavender yang sama. Hasil kelembaban produk menggunakan uji normalitas didapatkan semua formulasi >0,01 yang artinya data terdistribusi normal. Uji perbedaan kelembaban sebelum dan sesudah pemakaian produk dengan menggunakan uji T-Test didapatkan F0, F1, dan F3 tidak ada perbedaan (Sig >0,05), sedangkan pada F2 dan F4 terdapat perbedaan kelembaban sebelum dan sesudah pemakaian produkrn(Sig <0,05). Hasil analisa Anova dari seluruh formulasi signifikan pada data kelembaban (Sig >0,05) yang menunjukkan hipotesis yang diterima H1 yaitu terdapat pengaruh nyata pada setiap formulasi terhadap kelembaban kulit. Formulasi terbaik didapatkan pada F2 dikarenakan F2 memiliki perbedaan kelembaban sebelum dan sesudah pemakaian produk dan ekstrak yang digunakan lebih banyak bittern.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DESI SYAUFIRA BLESSANTI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | ZAT AKTIF, BITTERN, PEEL OFF MASK |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 06:29 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:21 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/31042 |
