TOTAL BACTERIAL COUNT (TBC) DAN TOTAL VIBRIO COUNT (TVC) PADA SAMPEL AIR TAMBAK UDANG VANNAMEI SURYA WINDU PERTIWI (SWP) DI TRAINING CENTER DAN LABORATORIUM PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA PAITON PROBOLINGGO

M. Athoillah (2021) TOTAL BACTERIAL COUNT (TBC) DAN TOTAL VIBRIO COUNT (TVC) PADA SAMPEL AIR TAMBAK UDANG VANNAMEI SURYA WINDU PERTIWI (SWP) DI TRAINING CENTER DAN LABORATORIUM PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA PAITON PROBOLINGGO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-21265-180351100035-Laporan PKL 180351100035.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-21265-180351100035-Laporan PKL 180351100035.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai
ekonomis tinggi dan dapat meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Tingginya
permintaan pasar baik dalam maupun luar negeri menjadikan Indonesia sebagai
negara pengirim udang terbesar di dunia (Nuhman, 2009). Data Kementerian dan
Perikanan Tahun 2015 menunjukkan bahwa produksi udang di Indonesia
mengalami peningkatan pada tahun 2014 yaitu sebesar 13,83%. Peningkatan
terbesar terjadi pada udang vannamei yaitu sebesar 20,49%, dengan jumlah pada
tahun 2014 sebanyak 411,729 ton sedangkan pada tahun 2010 sebanyak 206,578
ton (Supono 2017). Udang vannamei merupakan salah satu komoditas yang sering
dibudidayakan, hal ini disebabkan karena udang vannamei mempunyai keuntungan
yang cukup menjanjikan. Udang vannamei memiliki keunggulan seperti
pertumbuhan cepat dan ukuran panen yang seragam serta dapat dibudidayakan
dengan padat tebar yang tinggi (Fuady et al., 2013).
Lambatnya pertumbuhan dan turunnya daya tahan udang dapat disebabkan
oleh faktor biologi, faktor kimia, dan faktor fisika. Faktor biologi yang dapat
mempengaruhi pertumbuhan udang diantaranya kelimpahan bakteri (Mahyudin et
al., 2015). Faktor kimia yang dapat mempengaruhi pertumbuhan udang di
antaranya oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), dan amonium (NH4+).
Adapun faktor fisika yang dapat mempengaruhi pertumbuhan udang di antaranya
suhu dan salinitas. Menurut Hartoyo dan Anna (2018), faktor lain yang dapat
mempengaruhi pertumbuhan udang yaitu pemberian pakan yang overfeeding, hal
tersebut dapat menurunkan kualitas air tambak sehingga meningkatkan potensi
terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen.
Parameter biologi merupakan faktor pertama yang sangat penting untuk dapat
diketahui dalam proses kegiatan budidaya. Keberadaan jumlah dan jenis plankton
(fitoplankton dan zooplankton) merupakan salah satu faktor biologi penting untuk
di ketahui. Utojo (2015) melaporkan bahwa fitoplankton dan zooplankton
digunakan sebagai sumber utama pakan alami dalam kegiatan budidaya udang
2
vannamei. Selain dampak positif keberadaan fitoplankton juga dapat berdampak
negatif untuk budidaya udang vannamei. Hal tersebut dapat terjadi apabila jumlah
kelimpahan fitoplankton melebihi batas buku mutu yang telah ditentukan
(Djokosetiyanto dan Sinung, 2006). Zooplankton sebagai konsumen pertama yang
akan memakan fitoplankton (Nontji, 2007).
Penambahan probiotik pada budidaya udang vannamei perlu dilakukan
kerana dapat menjaga keseimbangan mikroba dalam pencernaan dan menekan
jumlah bakteri patogen. Probiotik dapat digunakan sebagai kontrol secara biologis
yang mampu mempertahankan kondisi kualitas air dan menghambat pertumbuhan
bakteri patogen (Rakhfid et al., 2018). Yudiati et al. (2010) melaporkan bahwa
pemberian probiotik dapat menurunkan jumlah kelimpahan total bakteri vibrio,
total bakteri, kadar amonia, dan bahan organik lainnya. Pemberian probiotik dilihat
dari dinamika kelimpahan total bakteri masih tergolong batas normal yaitu kisaran
104 CFU/ml (Alabi et al., 1996). Penambahan probiotik mampu meningkatkan
imunitas dan mengurangi prevelensi infeksi dari White spot Syndrome Virus
(WSSV) (Partida et al., 2013).
Selain bakteri menguntungkan terdapat juga bakteri patogen yang terdapat
pada aktivitas budidaya udang vannamei. Bakteri tersebut di antaranya bakteri
Vibrio sp., Aeromonas sp., dan Salmonella sp. (Sutiknowati, 2014). Bakteri vibrio
merupakan bakteri penyebab penyakit vibriosis yang dapat menyerang ikan, udang,
dan kerang (Elmanama, 2006). Bakteri Aeromonas sp. selain mengkontaminasi
udang, juga dapat mengkontami biota perairan lain seperti ikan, kepiting, dan
lobster (Sumampouw dan Risjani, 2018). Bakteri Salmonella sp. merupakan bakteri
yang dapat menyebabkan penyakit, parasit, pembusukan, dan toksin bagi biota
perairan termasuk udang vannamei (Suhendar dan Heru, 2007). Bakteri Salmonella
sp. mempunyai korelasi positif dengan bakteri E-coli (Kunarso, 1989). Bakteri
patogen yang menyerang krustasea pada umumnya adalah dari kelompok Vibrio
sp., Aeromonas sp., dan Salmonella sp. (Sutiknowati, 2014).
Parameter kimia juga berperan penting dalam kesuksesan budidaya udang
vannamei. Parameter kimia merupakan faktor internal dalam keberhasilan bubidaya
udang vannamei. Parameter kimia yang penting untuk dilakukan pengukuran yaitu
oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), dan amonium (NH4+). Oksigen
3
terlarut digunakan untuk pernapasan sebagai bagian proses metabolisme yang
kemudian dapat menghasilkan energi untuk pertumbuhan. Nilai optimum
kandungan oksigen terlarut (DO) pada budidaya post larva udang adalah kisaran 3-
8 ppm (Fegan, 2003). Sedangkan kondisi pH yang rendah akan berpengaruh
terhadap menurunnya selera makan udang dan kondisi pH tinggi akan
menyebabkan kadar amonia di perairan meningkat (Putri, 2009). Syukri dan Ilham
(2016) melaporkan bahwa pH dengan nilai kisaran 7,0-8,0 merupakan batas
toleransi yang baik untuk udang. Kondisisi kadar amonium diperairan juga turut
diperhatikan, karena apabila kadar amonium tinggi akan bersifat toksik bagi udang
(Romadhona et al., 2016).
Selain parameter biologi dan parameter kimia terdapat juga parameter fisika
yang mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan budidaya udang vannamei.
Parameter fisika yang penting untuk dilakukan pengukuran yaitu suhu dan salinitas.
Suhu dan salinitas akan berpengaruh terhadap sistem metabolisme pada udang
vannamei dan juga berpengaruh terhadap daya larut senyawa dalam air (Putra dan
Manan, 2014). Haliman dan Adijaya (2004) menjelaskan bahwa suhu yang optimal
untuk pertumbuhan post larva udang berkisar antara 26-32⁰C. Sedangkan nilai
optimum salinitas untuk kegiatan budidaya udang vannamei adalah 15-25 pt
(Soemardjati dan Suriawan, 2007).
Faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan udang adalah pemberian
pakan yang overfeeding, karena dapat menurunkan kualitas air tambak sehingga
meningkatkan potensi terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen
(Hartoyo dan Anna, 2018). Romadhona et al. (2016) melaporkan bahwa sebanyak
40% kandungan protein yang terdapat pada pakan udang buatan dapat berpotensi
proses pembusukan bahan organik yang tidak dapat terurai dengan baik. Hal
tersebut akan berdampak pada menurunnya kualitas air budidaya udang vannamei.
Manajemen kualitas air dapat dilakukan apabila terjadi penyimpangan nilai optimal
dari parameter kualitas air yang telah ditentukan.
Training Center dan Laboratorium PT. Central Proteina Prima Paiton
Probolinggo merupakan tempat untuk menganalisis kualitas air guna mendukung
kegiatan budidaya perikanan. Pengelolaan kualitas air di Training Center dan
Laboratorium PT. Central Proteina Prima Paiton Probolinggo dilakukan pengujian
4
parameter biologi, kimia dan fisika untuk mendukung kegiatan budidaya udang
vannamei. Sampel air yang masuk merupakan sampel dari para customer PT.
Central Proteina Prima untuk dilakukan analisis kualitas air tambak budidaya udang
vannamei. salah satu analisis yang terdapat di Training Center dan Laboratorium
PT. Central Proteina Prima Paiton Probolinggo adalah analisis Total Bacterial
Count (TBC) dan Total Vibrio Count (TVC).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
M. Athoillah
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords BACTERIAL COUNT (TBC); TOTAL VIBRIO COUNT (TVC); AIR TAMBAK UDANG VANNAMEI
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 06:16
Last Modified 24 Oct 2026 17:21
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30988

Actions (login required)

View Item
View Item