PERBANDINGAN KADAR AIR (MOISTURE) GANDUM DAN TEPUNG TEPUNG TERIGU CAP SEGITIGA BIRU (SB) ANTARA MILL E DAN MILL F DI PT BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA

KOMARIA (2026) PERBANDINGAN KADAR AIR (MOISTURE) GANDUM DAN TEPUNG TEPUNG TERIGU CAP SEGITIGA BIRU (SB) ANTARA MILL E DAN MILL F DI PT BOGASARI FLOUR MILLS SURABAYA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-40130-220331100083_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-40130-220331100083_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Praktik Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan untuk mengetahui, membandingkan, serta mengevaluasi kesesuaian nilai kadar air (moisture) pada gandum dan tepung terigu Cap Segitiga Biru (SB) di Mill E dan Mill F PT Indofood Sukses Makmur Tbk Bogasari Flour Mills Surabaya. Parameter kadar air memegang peranan krusial dalam industri penggilingan gandum karena memengaruhi stabilitas penyimpanan, umur simpan produk, dan efisiensi proses pengolahan lanjutan. Kegiatan PKL dilaksanakan mulai tanggal 02 Februari hingga 28 Februari 2026 di unit Mill EF. Pengumpulan data kadar air gandum dan tepung dilakukan melalui observasi langsung di lapangan dan pencatatan data harian laboratorium. PDF
+ 3

Berdasarkan hasil analisis data, rata-rata kadar air gandum di Mill E adalah sebesar 15,92% dengan loss moisture mencapai 1,74%, sedangkan gandum di Mill F menunjukkan rata-rata kadar air sebesar 15,66% dengan loss moisture sebesar 1,56%. Nilai tersebut membuktikan bahwa kadar air gandum pada kedua lini penggilingan masih berada dalam rentang standar internal yang ditetapkan oleh pihak perusahaan, yakni antara 15,50% hingga 16,00%. Sementara itu, hasil pengujian pada produk akhir menunjukkan bahwa rata-rata kadar air tepung terigu Segitiga Biru di Mill E adalah sebesar 14,02% dan di Mill F sebesar 14,11%. Seluruh hasil akhir produk tepung terigu dari kedua mill tersebut terbukti memenuhi regulasi standar internal perusahaan serta memenuhi persyaratan mutu nasional berdasarkan SNI 3751:2018, yang mematok kadar air maksimal sebesar 14,50%. Proses penggilingan di kedua unit menyebabkan penurunan kadar air dari bahan baku gandum menjadi produk tepung jadi. Secara keseluruhan, sistem pengendalian kadar air di Mill E dan Mill F telah berjalan dengan sangat optimal dan efisien, meskipun operasional di Mill F terdeteksi relatif lebih stabil dengan tingkat penguapan atau kehilangan air yang lebih rendah selama proses produksi berlangsung.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
KOMARIA
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords Kadar air; gandum; tepung terigu; penggilingan; Segitiga Biru
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 06:03
Last Modified 24 Oct 2026 17:21
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30931

Actions (login required)

View Item
View Item