KUALITAS AIR MEDIA KULTUR Spirulina sp. SKALA LABORATORIUM DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU JEPARA

LAVITA DWI ANGGRIANI (2021) KUALITAS AIR MEDIA KULTUR Spirulina sp. SKALA LABORATORIUM DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU JEPARA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-21234-180351100059-Lavita Dwi Anggriani 180351100059.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-21234-180351100059-Lavita Dwi Anggriani 180351100059.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (802kB)

Abstract

Perkembangan dan kemajuan budidaya perikanan di Indonesia yang
semakin meningkat tidak terlepas dengan ketersediaan pakan. Pakan ikan
merupakan faktor penting dalam budidaya perikanan. Penggunaan pakan
alami dalam budidaya perikanan mampu menekan biaya produksi. Pakan
alami memiliki sifat daya cerna yang baik, mudah didapatkan dan mudah
dibudidayakan (Astiani et al., 2016).
Pakan alami mampu dikembangbiakkan dalam waktu yang relatif
cepat dan dalam budidaya pakan alami membutuhkan biaya yang relatif
murah. Usaha yang digunakan untuk memperoleh pakan alami yang baik
yaitu dengan melakukan kultur fitoplankton. Fitoplankton yang sering
digunakan dalam budidaya perikanan salah satunya yaitu Spirulina sp.
(Bangun et al., 2015).
Spirulina sp. merupakan fitoplankton yang digunakan sebagai pakan
alami larva udang dan ikan. Spirulina sp. termasuk dalam makhluk hidup
autotrof yang berwarna hijau kebiruan yang berukuran mikroskopis.
Spirulina sp. memiliki kandungan protein sebesar 63-68%, karbohidrat
sebesar 18-20%, dan lemak sebesar 2-3%, dengan kandungan protein yang
cukup tinggi sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan oleh makhluk hidup
baik manusia ataupun hewan (Hariyati, 2008).
Spirulina sp. memiliki manfaat yang cukup besar dalam bidang
perikanan, selain itu juga dimanfaatkan dalam berbagai olahan misalnya
diolah menjadi obat-obatan, kosmetik dan sebagai pewarna makanan. Kultur
Spirulina sp. dapat dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Air
Payau Jepara, dengan beberapa metode diantaranya skala laboratorium,
skala semi masal dan skala masal. Kualitas air kultur skala laboratorium
memiliki nilai yang lebih terkontrol dibandingkan dengan skala semi masal
dan skala masal, karena kultur skala laboratorium dilakukan di dalam
ruangan tertutup sehingga perubahan lingkungan dapat dikendalikan dengan
2
bantuan Air Conditioner (AC) untuk mengontrol suhu dalam ruangan.
Faktor utama dalam kultur Spirulina sp. yaitu kualitas air media kultur,
dimana kualitas air media menentukan keberhasilan pertumbuhan dari
Spirulina sp. Parameter kualitas air yang diukur dalam kultur Spirulina sp.
skala laboratorium di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau yaitu suhu,
pH dan salinitas (Buwono dan Nurhasanah, 2018).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
LAVITA DWI ANGGRIANI
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords KUALITAS AIR; KULTUR Spirulina; BUDIDAYA AIR PAYAU
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 05:50
Last Modified 24 Oct 2026 17:21
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30875

Actions (login required)

View Item
View Item