TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40109-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (130kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40109-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40109-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (298kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40109-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (439kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40109-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (287kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40109-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (563kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40109-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (76kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40109-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (175kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40109-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (419kB)
Abstract
Perkembangan ekonomi syariah menempatkan nisbah bagi hasil sebagai instrumen utama dalam akad berbasis kemitraan, khususnya mudharabah dan musyarakah. Namun, dalam praktik kontemporer masih ditemukan penetapan nisbah yang cenderung menyerupai sistem bunga, sehingga berpotensi mengurangi substansi keadilan yang menjadi prinsip dasar ekonomi Islam. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian terhadap pemikiran ulama kontemporer, salah satunya Wahbah Az-Zuhaili. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep nisbah bagi hasil menurut Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-rnMu’ashirah, mengkaji dasar normatif dan prinsip fikih muamalah yang melandasinya, serta menganalisis relevansinya terhadap praktik ekonomi syariah kontemporer.rnPenelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan pendekatan normatif. Sumber data primer penelitian adalah kitab Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashirah, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Data dianalisis menggunakan metode deduktif dan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Wahbah Az-Zuhaili, nisbah bagi hasil harus ditetapkan dalam bentuk persentase yang disepakati sejak awal akad dan tidak diperbolehkan dalam bentuk nominal tetap karena berpotensi menimbulkan ketidakadilan dan mendekati praktik riba. Konsep tersebut didasarkan pada prinsip al-ghunmu bil-ghurmi, al-kharaj bi al-dhaman, keadilan, transparansi, dan kerelaan para pihak. Pemikiran Wahbah Az-Zuhaili memiliki relevansi yang kuat dengan praktik ekonomi syariah kontemporer, terutama dalam penerapan akad mudharabah, musyarakah, investasi syariah, dan lembaga keuangan syariah modern.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NOUFAL FIRDAUS |
| Department | Ekonomi Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashirah, Mudharabah, Musyarakah, Nisbah Bagi Hasil, Wahbah Az-Zuhaili. |
| Divisions | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Ekonomi Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 05:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:21 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30850 |
