TRUNOJOYO-KP-21191-180351100010-LIA NURAINI SHOLEHAH__180351100010__PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu wilayah kabupaten yang
terletak di pesisir Selatan Jawa Timur dan memiliki teluk tersebar yang disebut
Teluk Prigi. Teluk prigi dimanfaatkan masyarakat setempat menjadi salah satu mata
pencarian utama yakni sebagai nelayan. Nelayan-nelayan di daerah teluk prigi
masih tergolong menangkap hasil perikanan dengan cara sederhana, contohnya
seperti penggunaan jaring yang ditarik manual oleh banyak nelayan. Hasil
perikanan tangkap di perairan teluk prigi sendiri juga tergolong cukup melimpah
dengan berbagai jenis hasil tangkap perikanan meliputi udang, ikan dan lainnya
(Nikmah et al., 2018).
Ikan merupakan salah satu sumber pangan dari perairan yang memiliki
protein hewani serta kandungan gizi yang tinggi. Kandungan protein dan gizi
tersebut meliputi mineral, vitamin dan lemak tak jenuh. Ikan menjadi komoditi
pangan yang mengalami perubahan mutu yang terbilang sangat cepat jika tidak
ditangani segera dalam keadaan sudah tak berada dalam air. Perubahan mutu
tersebut dapat berupa perubahan yang dapat terlihat dari segi fisik, biologi maupun
kimia, seperti kondisi ikan yang mulai hancur, membusuk dan sebagainya (Syafitri
et al., 2016).
Penurunan kualitas mutu ikan dapat dipengaruhi oleh adanya beberapa
faktor contohnya seperti waktu dan juga suhu. Semakin lama ikan dibiarkan dalam
udara terbuka dan tanpa ada penanganan apapun maka akan semakin cepat pula
ikan akan mengalami penurunan kualitas mutunya. Penerapan suhu sangat
mempengaruhi kualitas mutu ikan, dimana suhu dingin sangat diperlukan untuk
menjaga kualitas mutu ikan hasil tangkapan. Penerapan suhu ikan dengan cara
pendinginan pada suhu rendah semacam pemberian es serta adanya upaya
pendukung penanganan lainnya menjadi salah cara yang efektif untuk menjaga
kualitas mutu ikan tetap terjaga dan tetap dalam keadaan segar (Syafitri et al.,
2016).
Fasilitas penanganan mutu ikan juga menjadi salah satu penunjang baik
buruknya kualitas mutu ikan. Sarana dan prasarana yang digunakan akan
mempengaruhi kondisi dan kualitas ikan yang nantinya akan diperdagangkan.
2
Kebersihan fasilitas sarana dan prasarana yang digunakan dalam penanganan ikan
perlu diperhatikan agar mutu ikan tetap terjaga dan terhindar dari berbagai kotoran
serta bakteri yang dapat timbul pada ikan (Deni 2015).
Kondisi perairan, sarana dan prasarana yang digunakan serta sistem yang
diterapkan di tiap daerah dapat berbeda-beda dalam melakukan penanganan mutu
ikan hasil tangkapan. Penanganan mutu ikan ada yang dilakukan saat di atas kapal
atau bahkan baru dilakukan saat ikan sudah didaratkan di tempat pendaratan ikan.
Kondisi tersebut tentunya akan mempengaruhi kualitas segar atau tidaknya ikan
hasil tangkapan. Oleh karena itu, proposal ini dibuat untuk mengetahui penanganan
kualitas mutu ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nasional Prigi,
Trenggalek sekaligus menjadi laporan untuk kegiatan praktek kerja lapang (PKL).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Lia Nuraini Sholehah |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN TANGKAPAN IKAN; NELAYAN; PELABUHAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 05:18 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:21 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30743 |
