TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31007-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (137kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31007-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31007-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (140kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31007-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (205kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31007-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (131kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31007-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31007-CHAPTER 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (772kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31007-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (133kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31007-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (119kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-31007-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (299kB)
Abstract
ABSTRAKrnrnProses modernisasi dan digitalisasi ini telah mengubah berbagai bentuk sistem termasuk dalam ranah model bisnis dan perusahaan. Kompetisi yang tinggi memaksa mereka berlomba-lomba menampilkan mentalitas berbasis prestasi khususnya dalam industri perusahaan rintisan. Kondisi ini memiliki potensi memunculkan budaya “hustle culture” bagi pekerja startup. Kondisi ini menyebabkan pekerja perusahaan Leads Indonesia berlomba lomba menjadi high achiever, memprioritaskan pekerjaan yang berujung pada toxic productivity hingga blurring boundaries antara pekerjaan dan kehidupan nyata. Ambisi dan kompetisi yang tinggi menjadi bukti nyata dari motivasi gila kerja yang dilakukan pekerja Leads Indonesia. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui bagaimana hustle culture yang terjadi di Leads Indonesia menggunakan teori pertukaran (exchange theory) dari George Hoomans. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Serta dalam penentuan informan menggunakan purposing sampling, dengan pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan yang telah diperoleh di lapangan menggunakan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah Mahasiswa pekerja startup tidak berorientasi pada reward berupa materi (gaji) tapi lebih berorientasi pada opportunity yang diberikan oleh perusahaan rintisan atau startup. Proposisi-proposisi tersebut diantaranya adalah kompetisi pada jenjang karir sebagai stimulis propostition. Portofolio dan softskill yang didapatkan selama bekerja yang didapatkan sebagai dari success proposition, networking dan prestige sebagai bagian dari value proposition. dan hustle culture yang mempengaruhi satu sama lain sebagai bagian proposisi B aggresion approval berupa gejolak kemarahan apabila target tersebut tidak bisa dioptimalkanrnrnKata Kunci : Perusahaan Rintisan, Hustle Culture, Leads Indonesia
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ERLINA NOVITA SARI |
| Department | Sosiologi |
| Uncontrolled Keywords | Perusahaan Rintisan, Hustle Culture, Leads Indonesia |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sosiologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 05:10 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:21 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30708 |
