TRUNOJOYO-KP-21175-180351100054-ERPIANA DAMAYANTI#180351100054.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas lautan yang
melebihi daratannya. Munaf dan Retno (2015) menyatakan bahwa
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang memiliki sumberdaya
laut melimpah. Indonesia memiliki luas laut sebesar 5,8 juta , dengan
demikian Indonesia dapat memanfaatkan sektor kelautan dan perikanan
yang melimpah. Salah satu wilayah Indonesia yang memiliki kelimpahan
sektor kelautan dan perikanan adalah wilayah Jawa Timur dengan luas
wilayah perairan sebesar 208.138 (Agustine et al, 2015).
Kabupaten Trenggalek memiliki teluk terbesar dengan sebutan Teluk
Prigi yang banyak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar yang
bermatapencaharian sebagai nelayan. Teluk Prigi menjadi tempat paling
aman yang berada di kabupaten Trenggalek untuk dijadikan sebagai tempat
sandar kapal karena terhindar dari terjangan ombak Samudera Hindia.
Mayoritas masyarakat disana berprofesi sebagai nelayan sehingga mampu
mempengaruhi tingginya tingkat pemanfaatan sumberdaya perikanan di
daerah tersebut. Berkembangnya sektor perikanan ditandai dengan semakin
bertambahnya variasi jenis dan ukuran alat tangkap yang digunakan
(Nikmah et al, 2018).
Tingkat hasil tangkapan ikan yang tinggi di daerah Trenggalek menjadi
alasan terhadap dilakukannya proses penelitian ini. Informasi yang
didapatkan dari beberapa masyarakat menyebutkan bahwa tingkat
penangkapan ikan pada tahun 2019 hingga tahun 2020 cukup tinggi. Jumlah
hasil tangkapan tersebut menurun drastis pada beberapa bulan terakhir yang
dikarenakan oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi. Hal tersebut
mempengaruhi pada penggunaan alat tangkap gill net oleh nelayan.
Beberapa nelayan memilih untuk memodifikasi jaring seperti mengecilkan
mata jaring agar ikan yang ditangkap lebih banyak, mengguunakan bahan
jaring yang lebih tebal dan kuat serta perubahan lainnya. Modifikasi
2
tersebut untuk menghindari rusaknya jaring di tengah gelombang dan arus
yang tinggi.
Menurut Alpharesy et al (2012) sektor kelautan dan perikanan
merupakan salah satu sektor ekonomi yang berperan dalam pembangunan
ekonomi nasional, khususnya dalam penyediaan bahan pangan protein,
perolehan devisa negara dan penyedia lapangan pekerjaan. Sesuai dengan
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah yang
menyatakan bahwa setiap pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk
meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat secara demokratis,
adil, merata dan berkesinambungan (Agustine et al, 2015). Usaha untuk
memperoleh hasil tertentu umumnya usaha peningkatan efisiensi
dihubungkan dengan biaya yang lebih kecil. Hal ini berarti perlunya
dilakukan penekanan biaya untuk mengurangi pemborosan (Hasibuan, 1984
dalam Wicaksono, 2014 dalam Putri Et al, 2018). Oleh karena itu,
diperlukan perhitungan efisiensi alat tangkap Gill net yang dapat
memperoleh hasil tangkap besar namun tetap efektif menjaga kelestarian
laut. Cara penangkapan yang efisien dan efektif ini diharapkan dapat
menangani terjadinya over fishing saat ini (Putri Et al, 2018).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Erpiana Damayanti |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | ALAT TANGKAP IKAN; GILL NET |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 05:05 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:21 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30691 |
