LAJU PERTUMBUHAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea)DI KONSERVASI PENYU TAMAN KILI-KILI TRENGGALEK

Alfiyan Wijaya (2019) LAJU PERTUMBUHAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea)DI KONSERVASI PENYU TAMAN KILI-KILI TRENGGALEK. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-21154-1603411000661-pkl alfian.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-21154-1603411000661-pkl alfian.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penyu merupakan reptil laut yang mampu bermigrasi jarak jauh di
sepanjang Kawasan Samudera Hindia, Pasifik dan Asia Tenggara sertadikenal
sebagai salah satu satwa yang terancam punah (Kushartini et al. 2017). Ada 7
jenis penyu di dunia dan 6 diantaranya terdapat di Indonesia. Jenis penyu
yang ada di Indonesia adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik
(Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu
Belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu Pipih (Natator depressus) dan Penyu
Tempayan (Caretta caretta). Penyu telah mengalami penurunan jumlah
populasi dalam jangka waktu terakhir ini bahkan beberapa spesies terancam
kepunahan. Di alam, penyu-penyu yang baru menetas menghadapi ancaman
kematian dari hewan-hewan seperti kepiting, burung, dan reptilia lainnya
seperti biawak. Ancaman yang paling besar bagi penyu di Indonesia, seperti
juga halnya di seluruh dunia, adalah manusia. Pembangunan daerah pesisir
yang berlebihan telah mengurangi habitat penyu untuk bersarang. Penangkapan
penyu untuk diambil telur, daging, kulit, dan cangkangnya telah membuat
populasi penyu berkurang (Ario et al. 2016).
Salah satu alternatif untuk meminimalisir kepunahan penyu adalah dengan
konservasi.Konservasi merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat
mencegah punahnya habitat penyu, mencegah adanya pemanfaatan penyu
demi kepentingan komersial seperti penjualan telur, daging, maupun cangkang
dan dapat menjadi sarana berbagi ilmu atau edukasi kepada masyarakat
secara luas tentang pentingnya konservasi penyu demi menjaga habitat penyu
di Indonesia agar tidak punah. meningkatkan laju pertumbuhan penyu tersebut.
Melalui konservasi tersebut dapat dilakukan kegiatan yang dapat meningkatkan
laju pertumbuhan penyu (Ario et al. 2016). Faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan tukik penyu antara lain faktor keturunan, umur, parasite yang ada,
jenis pakan yang diberikan, kualitas perairan habitat penyu, serta ancaman dari
hewan lain. Laju pertumbuhan penyu diamati melalui pengukuran parameter,
2
meliputi panjang karapas tukik, lebar karapas tukik, berat tubuh tukik (Hanipa et
al. 2017).
Kawasan Indonesia bagian barat memiliki beberapa lokasi yang digunakan
sebagai tempat peneluran penyu diantaranya ialah pantai sukamade Meru Betiri
Banyuwangi , Pantai Kili Kili Trenggalek , dan Pantai Taman Pacitan. Pantai Kili
Kili berbatasan langsung dengan Samudera Hindia yang merupakan jalur migrasi
penyu. Siklus dauPenelitian ini di r hidup penyu sangat rentan terhadap perubahan
lingkungan ditambah dengan meningkatnya aktivitas manusia yang bertolak
belakang dengan undang undang perlindungan penyu. Pemberian status
perlindungan penyu saja tidak dapat memulihkan populasi penyu melainkan hanya
dapat mepertahankannya. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan tindakan nyata di
tempat konservasi penyu mengenai laju pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan
dengan mengamati pertumbuhan tukik penyu Lekang selama 3 minggu

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Alfiyan Wijaya
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords LAJU PERTUMBUHAN; PENYU LEKANG
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 04:48
Last Modified 24 Oct 2026 17:21
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30627

Actions (login required)

View Item
View Item