KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp. PADA PRODUK PERIKANAN BEKU MENGGUNAKAN UJI KONVENSIONAL DI UPT.PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA

NUR HASANAH (2021) KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp. PADA PRODUK PERIKANAN BEKU MENGGUNAKAN UJI KONVENSIONAL DI UPT.PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-21151-180341100093-LAPORAN PKL NUR HASANAH.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-21151-180341100093-LAPORAN PKL NUR HASANAH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu sektor potensial yang dapat
menunjang perekonomian bangsa. Tingkat kebutuhan dan komsumsi perikanan di
Indonesia terus meningkat pertahunnya. Kebutuhan konsumsi ikan di Indonesia
mencapai 43,94 kg/ kapita pada tahun 2016 kemudian meningkat hingga 46,49 kg/
kapita pada tahun 2017. Peningkatan jumlah kebutuhan perikanan menyebabkan
peningkatan jumlah tangkap perikanan pertahunnya. Pada tahun 2016 produksi hasil
tangkapan ikan di Indonesia mencapai 6.580,191 ton. Peningkatan usaha tangkap
perikanan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar domestik dan
ekspor (Azkia et al., 2020).
Produk hasil perikanan memiliki nilai ekonomis tinggi yang dapat dijadikan
sebagai salah satu komodinas ekspor unggulan di Indonesia. Hasil produksi total
perikanan Indonesia tahun 2016 mecapai 23, 51 juta ton dan mengalami penurunan
menjadi 23, 26 juta ton pada tahun 2017. Produk perikanan dan kelautan yang
dipasarkan beragam mulai dari produk ikan Segar beku, pengalengan ikan, produk hasil
olahan dan produk lainnya. Beberapa permasalah internal dan ekternal dalam sektor
perikanan dan kelautan Indonesia menjadi penyebab penurunan nilai produksi
perikanan dari tahun 2016 menuju tahun 2017. Kelemahan sektor perikanan harus
menjadi pokok pembahasan yang harus ditangani lebih lanjut (Azkia et al., 2020).
Kelemahan sektor perikanan Indonesia berasal kurangnya optimalisasi
penanganan produk pasca panen yang menyebabkan rendahnya kulitas produk
perikanan Indonesia. Kontaminasi bakteri pada produk menjadi salah satu penyebab
utama penurunan kualitas produk hasil perikanan dan kelautan di Indonesia. Beberapa
bakteri berperan aktif sebagai komponen penyusun kehidupan mahluk hidup dan
beberapa bakteri bersifat merugikan bagi mahluk hidup. Bakteri yang memberikan
dampak negatif bagi mahluk hidup disebut sebagai bakteri patogen. Bakteri patogen
termasuk dalam salah satu penyebab permasalahan pokok yang memerlukan
penanganan intensif dalam sektor perikanan (Ijong 2015).
2
Bakteri patogen merupakan penyebab kerusakan dan penurunan kualitas produk
perikanan. Kualitas produk menjadi aspek penting yang dibutuhkan dalam pemasaran
hasil pengolahan produk perikanan. Penanganan dan pengendalian sebaran bakteri
patogen pada produk hasil perikanan membutuhkan pengetahuan dan tingkat
pemahaman yang tinggi. Produk perikanan dan kelautan yang diekspor harus dilakukan
pengujian kandungan bakteri terlebih dahulu untuk menjamin kualitas produk sebelum
di impor. Teknik pengujian Salmonella pada produk perikanan harus dilakukan dengan
metode yang benar dan tepat untuk mendapatkan hasil yang valid. Hal inilah yang
melatarbelakangi kegiatan praktik kerja lapang pengujian kandungan bakteri
Salmonella pada produk perikanan beku di UPT.PMP2KP Surabaya.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
NUR HASANAH
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords Ikan Beku; Bakteri
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 04:47
Last Modified 24 Oct 2026 17:21
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30618

Actions (login required)

View Item
View Item