TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40033-Abstract.PDF
Restricted to Repository staff only
Download (394kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40033-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40033-Chapter1.PDF
Restricted to Repository staff only
Download (436kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40033-Chapter2.PDF
Restricted to Repository staff only
Download (459kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40033-Chapter3.PDF
Restricted to Repository staff only
Download (411kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40033-Chapter4.PDF
Restricted to Repository staff only
Download (563kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40033-Conclusion.PDF
Restricted to Repository staff only
Download (403kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40033-References.PDF
Restricted to Repository staff only
Download (419kB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penolakan terhadap metanarasi dalam novel The Midnight Library karya Matt Haig menggunakan teori postmodernisme dari Jean-François Lyotard. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis jenis metanarasi yang membentuk konsep “kehidupan sempurna”, khususnya metanarasi kesuksesan, romansa, dan moralitas, serta untuk menganalisis bagaimana tokoh utama dalam novel The Midnight Library menolak metanarasi tersebut melalui pengalaman hidup sang karakter.rnPenelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis jenis-jenis metanarasi dan penolakan dalam novel The Midnight Library (2020) karya Matt Haig. Data penelitian berupa ucapan antartokoh dan narasi dari penulis yang merepresentasikan metanarasi dalam novel. Data dikumpulkan melalui teknik pembacaan mendalam dan kemudian dikategorikan ke dalam tema-tema metanarasi, yaitu kesuksesan, romansa, dan moralitas. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teori postmodernisme Jean-François Lyotard, khususnya konsep metanarasi dan delegitimasi, untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk metanarasi yang ada di dalam novel The Midnight Library serta menjelaskan bagaimana tokoh utama, Nora Seed, menolak metanarasi tersebut.rnTemuan penelitian menunjukkan bahwa novel ini menghadirkan metanarasi kesuksesan, romansa, dan moralitas sebagai standar sosial yang membentuk konsep “kehidupan sempurna”. Metanarasi kesuksesan muncul paling dominan melalui ekspektasi terhadap pencapaian dan pengakuan sosial. Sementara itu, romansa direpresentasikan melalui pandangan bahwa pernikahan dan hubungan romantis merupakan simbol kehidupan yang utuh, sedangkan moralitas ditunjukkan melalui tuntutan untuk menjadi pribadi yang baik sesuai dengan ekspektasi sosial. Namun, respon dari karakter novel ini pada akhirnya menolak metanarasi tersebut dengan menunjukkan bahwa pencapaian, hubungan romantis, dan penerimaan sosial tidak selalu menghasilkan kebahagiaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter Nora Seed dalam novel The Midnight Library menolak konsep kehidupan sempurna yang dibentuk oleh standar masyarakat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FRISHIA SILMIAFIFA PUTRI |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | Delegitimation, Metanarrative, Postmodern, Achievement, Social Recognition |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 04:24 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:20 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30521 |
