TRUNOJOYO-KP-21105-180321100124-Saiful Ghazi_180321100124_PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Dalam PP No. 72/2005 telah dijelaskan makna desa desa yaitu suatu
kesatuan masyarakat berlandaskan hukum serta memiliki batas-batas wilayah
yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat
berdasarkan asal-usul atau adat istiadat suatu wilayah yang telah diakui dan
dihormati oleh Pemerintahan Indonesia. Pemerintah desa sebagai
penyelenggara pemerintahan dilaksanakan kepala desa yang dibantu oleh
perangkat desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. Dalam
kehidupan bernegara, pemerintahan sangat dibutuhkan untuk mengatur rakyat,
mengayomi rakyat, serta memenuhi kebutuhan rakyat karena sifat hakikat
negara memiliki sifat memaksa, monopoli, dan mencakup keduanya. Menurut
Sugiman (2018) Kesadaran kepala desa sebagai pimpinan pemerintah desa atau
aktor dalam menjalankan kepemimpinan pemerintah desa menjadi ujung tombak
pelaksanaan dan terlaksananya pembangunan serta pengembangan
kesejahteraan masyarakat desa
Pembangunan desa dan kawasan pedesaan merupakan faktor penting
bagi pembangunan daerah, pengentasan kemiskinan dan pengurangan
kesenjangan antar wilayah. Perkembangan desa diIndonesia meningkat pesat
dengan rata-rata perumbuhan 2,29 persen atau 1.409 desa pertahun. Tetapi
menurut (Soleh, 2017) peningkatan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan
kesejahteraan dari masyarakatnya. Salah satu pembangunan desa yaitu
pembangunan yang datang dari bawah (bottom up) dimana masyarakat desa
diberikan kesempatan untuk ikut berpartisipasi memberikan masukan sejak
perencanaan dimulai hingga pelibatan saat pelaksanaan pembangunan hal ini
karena masyarakat mampu mengidentifikasi berkaitan masalah, kebutuhan dan
pemecahan masalah disesuaikan dengan kondisi desa dimana mereka tinggal
(Endah et al., 2020). Salah satu pembangunan desa dari bawah yaitu praktek
kerja lapang yang dilakukan oleh mahasiswa untuk membantu pengolahan dalam
desa tersebut.
Praktik kerja lapangan adalah salah satu bentuk implementasi secara
sistematis dan sesuai antara program pendidikan yang diambil mahasiswa
dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja
secara langsung didunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu. Setiap
2
mahasiswa diberi kesempatan mengimplementasikan ilmu sesuai dengan
program studi dan konsentrasi masing-masing ke dalam dunia kerja nyata. Tidak
terpungkiri juga mahasiswa tersebut akan membantu dengan ilmu yang didapat
dari perkuliahan untuk pengembangan instansi yang berkaitan.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat atau pihak lain dalam
pengembangan desa, maka masyarakat memerlukan informasi yang mudah
untuk mereka akses. Salah satu sumber informasi yang mudah untuk diakses
yaitu dengan melalui media sosial, media sosial sebagai media informasi
semakin hari semakin cepat menyebar ke ranah publik karena adanya berbagai
macam media informasi yang dapat diakses secara online, informasi tersebut
bisa mudah di dapatkan melalui internet (Prasanti, 2017). Pada masa wabah
pandemi ini seluruh dunia mengalami kelumpuhan baik dalam sektor
perekonomian, pendidikan dan kerja sama antar negara hampir 200 negara yang
terkena wabah virus korona termasuk indonesia (Supriatna, 2020). Untuk
mengatasi menyebarnya virus ini pemerintah harus melakukan lockdown dan
memerintahkan segala aktifitas dari rumah. Sehingga dibutuhkan media
komunikasi jarak jauh dalam menunjang segala aktifitas. Selain sumber informasi
media sosial juga sering digunakan sebagai sarana media komunikasi untuk
proses sosial, dengan adanya media sosial makhluk sosial bisa berkomunikasi
dengan jarak jauh tanpa bertatap muka secara langsung (Mulawarman. & Nurfitri,
2017).
Berdasarkan penjelasan di atas, pelaksanaan Program Kerja Lapang ini
dilakukan di tempat tinggal masing – masing untuk mencegah suatu hal yang
tidak diinginkan berkaitan dengan pandemi ini. Desa yang dipilih untuk
mendukung Praktek kerja lapang yaitu Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan
Kabupaten Sumenep karena merupakan desa yang mempunyai beberapa
potensi menarik sehingga dapat diteliti serta dipublikasikan secara luas. Desa
tersebut beralamat di jalan Pragaan Laok Pamekasan-Sumenep. Kegiatan
lapang yang akan dilakukan yaitu untuk implementasi penggunaan Web dan
Media sosial dalam mengembangkan potensi dan informasi desa secara luas
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SAIFUL GHAZI |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | Website; Media Sosial; BUMDES; Desa |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 04:09 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:20 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30466 |
