TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40006-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (190kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40006-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (822kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40006-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (292kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40006-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (359kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40006-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (407kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40006-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (900kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40006-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (124kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40006-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (191kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-40006-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini memetakan zona agroekologi di Kabupaten Bangkalan berdasarkan karakteristik cuaca dan kesuburan tanah dengan metodologi CRISP-DM. Analisis dilakukan pada 269 desa dari total 273 wilayah administratif yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terdiri dari lebih dari 250.000+ titik lahan. Proses praproses data menangani kendala kekosongan informasi pada 4 desa tanpa melakukan penghapusan baris, melainkan menerapkan teknik imputasi spasial. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengelompokkan wilayah menggunakan algoritma K-Means yang didasarkan pada dua kelompok variabel utama: iklim (suhu, curah hujan, kelembapan, kecepatan angin, durasi penyinaran matahari) dan tanah (pH, N, P, K, jenis tanah, elevasi, kemiringan lereng). Dataset diekstraksi secara langsung melalui platform Google Earth Engine (GEE) pada periode pengamatan 2025. Untuk menyeimbangkan rentang nilai antarvariabel, diterapkan metode Z-Score Normalization, sehingga algoritma tidak didominasi oleh atribut yang berskala besar. Hasil komputasi menunjukkan bahwa pembagian wilayah menjadi empat klaster (K=4) merupakan konfigurasi yang paling optimal. Keputusan ini didukung oleh evaluasi matematis yang menunjukkan konvergensi pada Elbow Method, capaian Silhouette Score sebesar 0,1555, serta Davies-Bouldin Index (DBI) pada angka 1,6897. Keempat zona yang terbentuk memiliki profil agronomis yang sangat berbeda. Klaster pertama (lahan lembap) mencakup 6.016 titik di 257 desa yang ditandai dengan tingginya intensitas curah hujan dan kelembapan. Klaster kedua (lahan kering produktif) merupakan wilayah terkecil dengan 1.596 titik di 164 desa; meskipun kelembapannya rendah, zona ini memiliki kualitas hara (N, P, K) tertinggi sehingga potensi panennya tetap unggul. Klaster ketiga (lahan kering marginal) meliputi 5.332 titik pada 254 desa yang menghadapi tantangan defisit unsur hara dan curah hujan minim. Terakhir, klaster keempat (lahan toleran kering) menjadi kelompok terbesar dengan 6.480 titik di 59 desa; wilayah ini merepresentasikan kondisi lingkungan paling ekstrem dengan suhu sangat panas dan curah hujan terendah. Hasil akhir dari penelitian ini berupa web.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM GIRALDO STEVANUS |
| Department | Sistem Informasi |
| Uncontrolled Keywords | K-Means; Zona Agroekologi; CRISP-DM; Imputasi Spasial Bangkalan |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Sistem Informasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 03:56 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:20 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30405 |
