TRUNOJOYO-KP-21044-180321100044-LAPORAN AKHIR PKL_Syauqi Agung Firmanda_180321100044.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Peralihan tahun 2019-2020 negara-negara di seluruh dunia dikejutkan dengan adanya permasalahan baru tentang Kesehatan yaitu adanya wabah virus Corona Virus Diasase (COVID). Permasalahan ini menjadi prioritas program pemerintah saat ini untuk memutus persebaran virus ini karena, dampaknya tidak hanya pada angka kematian yang cukup tinggi akan tetapi juga pada perekonomian (Yamali & Putri, 2020). Persebaran Virus Covid-19 ini yang tersebar di Indonesia, kini menjadi negara yang termasuk mempunyai angka kematian yang tinggi yaitu 9% akibat persebaran virus ini (Handayani et al., 2020). Adanya permasalahan tersebut Berbagai macam hal yang telah dilakukan pemerintah guna dapat mencegah permasalahan ini dengan berbagai macam kebijakan yang telah diambil yaitu antara lain Physical Distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan lain-lain.
Penerapan pembatasan sosial juga diberlakukan pada Pendidikan di Indonesia. Hal ini didasarkan pada Surat Edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2020 bahwa seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh dirumah masing-masing (KEMENDIKBUD, 2020). Salah satu program Pendidikan khususnya yang dilakukan oleh pelajar tingkat Universitas adalah Program Kerja Lapang (PKL). Program ini saat ini diterapkan secara Daring maupun Luring dan disesuaikan dengan kebijakan pimpinan universitas. Salah satu instansi penulis telah diberlakukan Program Kerja Lapang secara daring. Hal ini berpacu pada Surat Edaran Rektor Universitas Trunojoyo Madura Nomor: B/1023/UN46/PK.01/2020 tangggal 15 April 2020 Tentang Penyesuaian Proses Pembelajaran di Universitas Trunojoyo Madura Selama Masa Pandemi Covid-19 yang menyebutkan bahwa PKL diperbolehkan secara daring maupun Luring dan diserahkan kepada Pimpinan Fakultas dan tetap memperhatikan Capaian Pembelajarannya.
Berdasarkan hal tersebut, penulis dalam melaksanakan Program Kerja Lapang ini, penulis mengambil salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) guna mendukung dalam kegiatan Program Kerja Lapang. BUMDES yang dipilih yaitu terletak di Desa Bulangan Barat Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan. Nama BUMDES ini adalah “Karya Bersama” yang bergerak pada budidaya ikan lele. Melihat dari potensi usaha yang dilakukan ini sangatlah besar,
2
karena permintaan akan ikan lele di pasar domestic sangatlah besar. Hal ini tercatat dalam data Kementerian Kelautan dan Perikanan (2019) bahwa jumlah konsumsi akan ikan lele tahun 2018 sebesar 50,69 Kg/per kapita sejalan dengan tingkat produksi lele yang mengalami kenaikan secara signifikan. Tercatat pertumbuhan rata-rata produksi ikan lele sebesar 56,32% dengan jumlah produksi 1,81 juta ton. Artinya bahwa tingginya jumlah produksi tersebut sejalan dengan nilai konsumsi atau permintaan yang semakin meningkat setiap tahunnya. sementara itu, potensi sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya lele berdasarkan daftar data potensi air payau tercatat sebanyak 1,22 juta hektar dengan jumlah potensi sebesar 40% potensi sumberdaya perikanan di Indonesia (Rochman et al., 2014).
Meningkatnya permintaan akan ikan lele ini menyebabkan meningkatkan jumlah produksi akan budidaya ikan tawar di Indonesia, dengan besar pertumbuhan produksi budidaya ikan tawar khususnya pada budidaya ikan kolam sebesar 17,82% (Negara et al., 2015). Banyaknya tingkat produksi budidaya ikan lele ini tentunya akan muncul banyak persaingan antar pelaku usaha, baik dari BUMDES ini dengan pesaing lainnya. Pengembangan sector usaha, pemasaran dan pengenalan produk perlu ditetapkan suatu strategi yang jitu agar para pelaku usaha mampu mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas. Tentunya kalau dibandingkan dengan kemajuan tekhnologi saat ini pastinya dalam pengenalannya akan lebih mudah diaplikasikan dengan menggunakan beberapa media pengenalan internet. Selain itu dalam budidaya pastinya pelaku usaha akan meminimalkan adanya pengeluaran dan memaksimalkan keuntungan yang diperoleh. Seperti yang kita ketahui, ketidak efisiennya penggunaan biaya karena penggunaan biaya pakan yang sangat mahal (Madinawati et al., 2011). Oleh karenanya diperlukan terobosan pakan alternatif untuk membantu dalam penekanan biaya pakan dan dapat mengefisiensi penggunaan biaya.
Mengacu pada Penjelasan tersebut, sangat mendukung dalam kegiatan Program Kegiatan Lapangan yang dilakukan oleh penulis untuk dapat menerapkan pengembangan media informasi melalui Website dan Media sosial lainnya guna mendukung dalam pengembangan dan keberlanjutan BUMDES yang dipilih serta memiliki daya saing yang sangat kuat. Selain itu, Peran Penulis dalam kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan produk ataupun publikasi kegiatan, tetapi juga akan memberikan Langkah solutif apa saja yang menjadi permasalahan
3
dalam budidaya lele. Peran penulis disini akan berpartisipasi dalam pengembangan BUMDES “Karya Bersama” untuk menciptakan efektifitas dan Efisiensi dalam budidaya ikan lele baik dalam pengolahan budidaya dan pengolahan media media yang mendukung pengenalan dan pengembangan BUMDES ini.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Syauqi Agung Firmanda |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | Website; BUMDES; Media SOsial; Desa |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 03:10 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:20 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30238 |
