TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39954-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (140kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39954-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39954-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (296kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39954-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (419kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39954-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (235kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39954-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (288kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39954-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (262kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39954-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (212kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39954-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (758kB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tahunan penukaran uang baru menjelang Lebaran di Kecamatan Cepu, yang melibatkan adanya biaya tambahan dalam transaksinya. Bersasarkan perspektif ekonomi syariah, pertukaran uang sejenis (Rupiah dengan Rupiah) dengan nilai yang berbeda berpotensi mengandung riba. Namun demikian, praktik ini telah menjadi kebiasaan yang diterima luas oleh masyarakat sebagai bentuk upah atas jasa yang diberikan oleh penyedia layanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktik penukaran uang baru menjelang Lebaran ditinjau dari fiqih muamalah serta menganalisis ‘urf masyarakat terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berjenis field research dengan pendekatan normatif-empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 9 informan yang terdiri dari penyedia jasa penukaran uang, pengguna jasa, dan tokoh masyarakat, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua model praktik penukaran uang di masyarakat, yaitu penukaran dengan pengurangan nominal dan penukaran dengan tambahan biaya jasa (ujrah). Praktik yang dominan terjadi di Kecamatan Cepu adalah penukaran uang pecahan baru dengan tambahan biaya yang dipahami sebagai imbalan jasa. Dalam perspektif fiqih muamalah, praktik ini dapat dibenarkan apabila dikategorikan sebagai akad ijārah, dengan objek berupa jasa penyediaan uang pecahan, kemudahan akses, dan efisiensi waktu, bukan pertukaran uang sejenis (sharf). Secara ‘urf, praktik ini termasuk ‘urf ṣaḥīḥ karena telah menjadi kebiasaan yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Namun, keabsahan praktik ini bergantung pada beberapa syarat, yaitu adanya pemisahan yang jelas antara akad sharf dan ijārah, penetapan ujrah yang transparan sejak awal transaksi, tidak adanya tambahan nilai dalam pertukaran uang sejenis, serta adanya kerelaan kedua belah pihak (an-tarāḍī), dan tidak mengandung unsur riba fadhl maupun gharar.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SITI UMI MUNADIROH |
| Department | Hukum Bisnis Syariah |
| Uncontrolled Keywords | Fiqih Muamalah; Penukaran Uang; ‘Urf; Ijarāh; Lebaran |
| Divisions | Fakultas Ilmu Keislaman > S1 - Hukum Bisnis Syariah |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 03:00 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:20 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30189 |
