TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30818-200351100020_Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (226kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30818-200351100020_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30818-200351100020_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (197kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30818-200351100020_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (317kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30818-200351100020_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (640kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30818-200351100020_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (549kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30818-200351100020_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (182kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30818-200351100020_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (209kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-30818-200351100020_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tingkat pencemaran perairan, penting untuk dilakukan monitoring populasi makrozoobentos, yaitu organisme makroskopis yang hidup di dasar perairan. Penelitian ini difokuskan pada Desa Pejagan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang memiliki potensi pencemaran tinggi akibat aktivitas domestik, perikanan, pertanian, dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air dan sedimen dengan melihat keanekaragaman makrozoobentos, serta mengetahui status pencemaran perairan berdasarkan Kurva ABC. Kurva ABC merupakan metode untuk mengkategorikan organisme berdasarkan kelimpahan relatif dan biomassa relatif dalam suatu ekosistem. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-November di Perairan Desa Pejagan Kabupaten Bangkalan dengan 3 stasiun dan 3 titik sebanyak 2x pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya kondisi perairan di Desa Pejagan termasuk dalam kondisi tercemar dengan tipe sedimen yang didominasi oleh pasir halus (Fine sand). Keanekaragam makrozoobentos di perairan Desa Pejagan pada minggu ke 1 dan minggu ke 2 pada stasiun 1 termasuk dalam kategori sedang (0,4≤E≤0,6), dan pada pengambilan sampel minggu ke 1 dan minggu ke 2 stasiun 2 termasuk dalam kategori rendah (E≤0,4), dimana pada stasiun 3 tidak ditemukan makrozoobentos akibat padatnya lalu lintas perahu nelayan. Status pencemaran berdasarkan kurva ABC menunjukkan bahwasanya pada stasiun 1 dan stasiun 2 termasuk dalam kategori tercemar berat, sedangkan pada stasiun 3 tidak dapat diidentifikasi dengan menggunakan metode kurva ABC, sehingga diidentifikasi berdasarkan dominansi makrozoobentos, dan termasuk dalam kategori tercemar berat. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk mengambil tindakan yang tepat dalam mengatasi pencemaran perairan dan menjaga ekosistem sungai yang berkelanjutan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SEKAR WANGI DYAH KUSUMAWARDANI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | Kurva ABC, Makrozoobentos, Pencemaran perairan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 02:51 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:20 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30148 |
