PENGUKURAN KADAR AMONIA PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) di LABORATORIUM MANDIRI KALIANGET KABUPATEN SUMENEP

RESTI MARIYANA (2020) PENGUKURAN KADAR AMONIA PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) di LABORATORIUM MANDIRI KALIANGET KABUPATEN SUMENEP. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-21011-180351100007-Laporan PKL RESTI MARIYANA 180351100007.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-21011-180351100007-Laporan PKL RESTI MARIYANA 180351100007.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Tambak merupakan tempat yang sengaja dibuat untuk sarana kegiatan budidaya biota hewan air yang berlokasi di daerah pesisir pantai. Sumber air yang digunakan untuk tambak kebanyakan air asin, sehingga organisme yang dibudidayakan sebatas organisme air asin atau payau seperti ikan bandeng, ikan nila, ikan kerapu, ikan kakap, dan masih banyak lagi, namun kata tambak di masyarakat biasanya lebih identik dengan pemeliharaan udang, salah-satunya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Udang vaname menjadi komuditas yang sering dibudidayakan karena tergolong mudah untuk dibudidayakan, memiliki nafsu makan yang tinggi, membutuhkan biaya pakan yang cukup murah, serta memiliki kelangsungan hidup yang tinggi. Hal tersebut membuat udang vaname memiliki prospek dan profit yang menjanjikan. Udang vaname terkenal memiliki banyak keunggulan namun apabila kualitas air dan manajemen pakannya tidak sesuai dengan standar budidaya tentu akan menyebabkan kematian udang dan akan menyebabkan kerugian dalam usaha budidaya (Fuadi et al., 2013)
Udang vaname atau sering dikenal dengan nama udang putih ini termasuk golongan hewan omnivora yakni pemakan segala, baik dari bahan hewani atau nabati seperti udang kecil (rebon), fitoplankton, larva kerang dan masih banyak lagi. Selain pakan alami tersebut, terdapat pakan buatan utama yakni berupa pellet. Menurut Romadhona et al., (2016) menyatakan bahwa kandungan protein pakan udang buatan (pellet) cukup tinggi yakni 40%, sehingga akan terjadi proses pembusukan yang menghasilkan senyawa nitrogen anorganik. Sisa pakan alami atau buatan tadi cenderung membuat kualitas air dalam tambak budidaya menurun karena meningkatkan kandungan bahan organik dalam tambak. Manajemen kualitas air merupakan salah-satu cara yang dapat dilakukan oleh pembudidaya untuk meningkatkan produksi udang vaname.
Kualitas air sendiri yakni suatu pengukuran kondisi air yang meliputi parameter fisika, kimia dan biologi. Pengelolaan kualitas air merupakan suatu
2
cara untuk menjaga parameter kualitas air agar sesuai dengan standart baku mutu. Kualitas air sangat penting karena dapat menentukan pertumbuhan dan kelangsungan hidup biota perairan. Penurunan kualitas air akan berujung pada penurunan produksi. Sering sekali ditemukan gagalnya produksi udang vaname yang disebabkan oleh buruknya kualitas air pada tambak. Menurut Arsad et al., (2017) menyatakan bahwa padat tebar yang tinggi serta pemberian pakan yang banyak dapat memicu turunnya kualitas air, hal tersebut di pengaruhi karena adanya akumulasi bahan organik. Kandungan bahan organik di tambak biasanya berasal dari timbunan sisa-sisa pakan, hasil ekskresi yang berupa feses, serta sisa-sisa ganggang yang mati. Sisa pakan akan meningkatkan bahan organik seperti kadar amonia sehingga membuat kualitas perairan tambak menjadi buruk dan toksik.
Kandungan bahan organik dalam tambak seperti amonia dapat menyebabkan toksik dalam perairan ketika nilainya melebihi ambang batas. Amonia dalam air akan mempengaruhi pertumbuhan biota budidaya serta menurunkan konsumsi dan kebutuhan oksigen. Menurut Putra et al.,(2014) menyatakan bahwa kadar amonia yang tinggi dapat berpengaruh terhadap aktivitas metabolisme sehingga nafsu makan biota budidaya menurun dan menghambat daya serap terhadap oksigen. Hal tersebut harus diperhatikan karena akan berdampak pada berat rata-rata udang atau nilai ABW (Average Body Weight). Nilai ABW (Average Body Weight) udang vaname juga akan semakin rendah jika suatu tambak udang memiliki padat tebar yang tinggi.
Laboratorium Mandiri Kalianget terletak di Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Tempat ini menjadi pusat analisis kualitas air tambak udang bagi para pembudidaya udang di Kecamatan Kalianget. Laboratorium Mandiri Kalianget merupakan laboratorium mandiri yang didirikan karena banyak petambak yang membutuhkan analisis kualitas air di tambak udang vaname mereka. Pendiri laboratorium yakni gabungan dari beberapa pemilik tambak udang vaname. Pengujian yang dilakukan yakni mulai dari pengukuran pH, salinitas, analisa Total Organic Matter (TOM), Total Amonia Nitrogen (TAN), nitrit, bakteri, alkalinitas dan plankton.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
RESTI MARIYANA
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords KADAR AMONIA; UDANG VANAME
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 02:43
Last Modified 24 Oct 2026 17:20
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/30112

Actions (login required)

View Item
View Item