TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20952-siti zulaikah-170341100012-judul dan abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (116kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20952-Cover siti zulaikah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (410kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20952-BAB 1 siti zulaikah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (50kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20952-BAB 2 Siti zulaikah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20952-BAB 3 Siti Zulaikah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (390kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20952-BAB 4 siti zulaikah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (455kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20952-BAB 5 siti zulaikah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (30kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20952-DAFTAR PUSTAKA Siti zulaikah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (99kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20952-LAMPIRAN siti zulaikah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Permasalahan kurangnya gizi di Indonesia semakin meningkat dari tahun-ketahun. Kebutuhan vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh sangat tinggi. Salah satu pemenuhan kebutuhan vitamin pada tubuh ialah dengan cara penambahan vitamin atau mikronutrien pada bahan pangan. Kelor (Moringga oleifera) merupakan tumbuhan yang mengandung banyak vitamin dan antioksidan. Pengambilan vitamin dari suatu bahan pangan dapat dilakukan dengan proses maserasi , cara ini biasa dilakukan untuk pengekstrakan bahan alami agar tidak merusak kandungan yang ada didalamnya. Perlakuan berbeda pada proses pengektrakan dapat mempengaruhi kandungan pada ekstrak tersebut. Ekstrak yang didapat dari perlakuan terbaik akan digunakan dalam pembuatan garam fortifikasi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perlakuan terbaik pada proses maserasi daun kelor agar mendapatkan ekstrak kelor terbaik dan juga penambahan ektrak kelor terbaik pada proses fortifikasi untuk mendapatkan garam kaya vitamin. Metode penelitian ini dengan analisis kandungan betakaroten, vitamin C dan banyaknya volume hasil maserasi, serta pada garam fortifikasi dilakukan analisa betakroten, vitamin C, NaCl dan kadar air. Dari proses analisis yang dilakukan perlakuan terbaik pada proses maserasi ialah pada kode sampel A3B2 (10 gram penyimpanan 3 hari) dengan volume ekstrak sebanyak 37,33 ml, kandungan betakaroten sebesar 2,92 µg/g, dan kandungan vitamin C sebesar 4,14 mg/g. perlakuan optimum fortifikasi garam dengan ekstrak kelor pada perlakuan penambahan ekstrak 60 ml dengan kandungan betakaroten 29,5794 µg/g, kandungan vitamin C sebesar 5,05333 mg/liter, NaCl 85,605% dan kadar air sebesar 1,972987%.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SITI ZULAIKAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Optimasi, Garam, Maserasi, Fortifikasi, dan Kelor(Moringga oleifera). |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 01:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:20 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29873 |
