TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32609-200421100013_ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (192kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32609-200421100013_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (930kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32609-200421100013_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (696kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32609-200421100013_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (740kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32609-200421100013_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (470kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32609-200421100013_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (855kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32609-200421100013_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (342kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32609-200421100013_Refrences.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (377kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-32609-200421100013_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (999kB)
Abstract
PT Metal Hiech Engineering merupakan perusahaan yang memiliki produk utama berupa storage tank dan transport tank. PT Metal Hitech Engineering memiliki beberapa jenis mesin yang digunakan untuk proses produksi, diantara semua mesin yang ada, salah satu mesin yang sering mengalami masalah/troble adalah mesin hoice crane. Mesin hoice crane memiliki peran penting dalam proses produksi tangki, dimana mesin ini berfungsi sebagai pengangkat part¬-part potongan tangka yang akan dilas dibentuk menjadi bentuk tabung tangka. Tingginya downtime menyebabkan terganggunya proses produksi, downtime yang terjadi disebabkan oleh pemeliharaan mesin secara corrective. Hal ini menjadi faktor utama mesin selalu mengalami gangguan dalam proses operasionalnya. Metode yang dipakai dalam mengidentifikasi permasalahan mesin tersebut ialah reliability centered maintenance (RCM), metode tersebut berfungsi sebagai mengidentifikasi fungsi dari sistem selanjutnya menganalisis mode kegagalan yang dapat mengancam fungsi dari mesin hoice crane. Setelah dilakukan identifikasi tindakan selanjutnya adalah pemilihan strategi perawatan yang paling efektif dari prioritas kerusakan yang terjadi.rnHasil identifikasi yang dilakukan diperoleh bahwa komponen motor crane dari mesin hoice crane merupakan komponen yang memiliki nilai risk priority number (RPN) paling tinggi. Prioritas pemeliharaan perlu dilakukan pada komponen motor crane serta menjadi contoh untuk pemeliharaan komponen lainnya pada mesin hoice crane. Tindakan pemeliharaan komponen motor carne ialah scheduled on condition task, pola distribusi dari motor crane adalah pola distribusi Weibull dengan biaya perawatan unit motor crane pada mesin hoice crane yang diperoleh dari hasil perkalian biaya kerja perhari (Cw) dengan waktu perbaikan (Nilai shape MTTR). Hasil yang diperoleh ditambahkan dengan biaya pergantian unit di peroleh hasil akhir sebesar Rp.5.259.415. Dari hasil perhitungan, dapat disimpulkan bahwa saat unit motor crane aus/rusak, unit ini lebih baik diganti baru dengan harga pergantian unit baru senilai Rp.2.191.264 dibandingkan harus diperbaiki dengan biaya perbaikan Rp.5.259.415. PT Metal Hitech Engineering dapat melakukan perawatan selama 26 hari sekali untuk mencegah/mengurangi terjadinya kegagalan atau kerusakan mesin hoice crane.rnKata kunci: Reliability Centered Maintenance, Preventive maintenance, Breakdown, Hoice crane.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM EMMIYA PEPAYOSA BR DEPARI |
| Department | Industri |
| Uncontrolled Keywords | Reliability Centered Maintenance;Preventive maintenance; Breakdown;Hoice crane. |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Industri |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:58 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:46 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/2983 |
