TRUNOJOYO-KP-20911-180351100053-HASIL REVISI LAPORAN PKL_SUNTARI_180351100053_FIX.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-KP-20911-180351100053-LAPORAN PKL SUNTARI_180351100053.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Laut Indonesia mempunyai perairan yang unik dan membutuhkan
sistem pengelolaan yang efisien, begitu pula kondisi ini berpengaruh
terhadap penggunaan alat tangkap dan teknologi penangkapan ikan.
wilayah perairan kota Probolinggo memiliki garis pantai sepanjang 7 km
dan wilayah perairan sepanjang 20 km. Wilayah perairan kota Probolinggo
terletak di selat Madura yang merupakan daerah penangkapan dominan
bagi nelayan serta berhubungan langsung dengan laut Jawa. Penangkapan
ikan merupakan kegiatan untuk memperoleh ikan tidak dalam
dibudidayakan dengan alat atau cara apapun, termasuk kegiatan yang
menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, menangani,
mengolah dan mengawetkannya (Pintubatu et al., 2020).
Jaring insang merupakan salah satu jenis alat tangkap ikan dari
bahan jaring yang bentuknya empat persegi panjang dengan ukuran mata
jaring yang sama besar, jumlah mata jaring ke arah panjang jauh lebih
banyak dari pada jumlah mata jaring ke arah vertikal, pada bagian atas
dilengkapi pelampung dan dibawah dilengkapi beberapa pemberat
sehingga memungkinkan jaring bisa dipasang di daerah penagkapan dalam
keadaan tegak (Khikmawati et al., 2017). Jaring insang merupakan salah
satu alat tangkap yang selektif terhadap ukuran dan jenis ikan dimana
ukuran mata jaring (mesh size) bisa diperkirakan sesuai dengan ukuran
ikan yang akan ditangkap. Pada prinsipnya, cara penangkapan ikan dengan
jaring insang ini adalah menghadang ikan yang sedag beruaya, sehingga
ikan akan menabrak jaring dan terjerat pada mata jaring (gilled) ataupun
terpuntal pada tubuh jaring (entangled).
Jaring insang dasar (bottom gillnet), yaitu alat penangkap ikan
yang terbuat dari bahan jaring, berbentuk persegi panjang dengan ukuran
mata jaring yang sama, dioperasikan pada bagian dasar perairan dengan
sasaran penangkapan ikan adalah ikan demersal. Jaring isang dasar
(bottom gillnet) diklasifikasikan ke dalam kelompok jaring insang (gillnet)
14
(Kholis et al., 2018). Banyaknya kapal yang beroperasi di pelabuhan
Paiton memungkinkan berpengaruh terhadap distribusi populasi ikan
kedepannya. Untuk itu, perlu diadakan pengetahuan terkait kontruksi,
metode penangkapan menggunakan gill net dengan baik agar kedepannya
bisa menjadi sumberdaya yang berkelanjutan. Berdasarkan latar belakang
terebut, maka dari itu penulis mengambil judul “Metode Pengoperasian
Alat Tangkap Jaring Insang Dasar(Bottom Gillnet) Di Instalasi
Pelabuhan Perikanan Pantai (IPPP) Kecamatan Paiton Kabupaten
Probolinggo Provinsi Jawa Timur”.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Suntari |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | ALAT TANGKAP; JARING INSANG DASAR; BOTTOM GILLNET |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 01:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29717 |
