TRUNOJOYO-KP-20885-180321100075-LaporanAkhirPKL_Achmat Zainuri_180321100075.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan pengembang keahlian, kemandirian dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan, agar masyarakat secara bertahap dapat membangun diri dan lingkungan secara mandiri dengan menciptakan demokratisasi, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pembangunan. Untuk mewujudkan suatu kemandirian masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan memberikan kewenangan secara proporsional kepada masyarakat untuk mengambil keputusan secara mandiri menggenai program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan demikian pemerintah berperan sebagai fasilitator melalui pemberian bantuan, pembinaan/arahan, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan pembangunan (Eko, 2002).
Pada kenyataanya pemberdayaan merupakan pemanfaatan potensi masyaraka tsehingga terciptanya suasana atau iklim yang memungkinkan potensi tersebut berkembang (enabling). Pemikiran tersebut didasarkan pada pandangan bahwa tidak ada masyarakat yang tidak memiliki potensi. Setiap masyarakat pasti memiliki potensi, akan tetapi terkadang mereka tidak menyadari atau potensi tersebut masih belum diketahui secara eksplisit. Oleh karena itu potensi tersebut harus terus digali dan dikembangkan. Pemberdayaan memiliki makna membangkitkan sumber daya, kesempatan, pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dalam menentukan masa depan mereka (Suparjan & Suyatno, 2003).
Unsur pelaksana Pemerintah Desa pada Bidang Pemberdayaan dan dan Pemerintah Desa terdapat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Pada dasarnya pemberdayaan masyarakat bergerak pada pengembangan kemampuan, kemandirian dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan lingkungannya, agar secara bertahap masyarakat mandiri dengan menciptakan demokratisasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan pembangunan
2
pada tingkat masyarakat sendiri. Program Studi Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura selalu meningkatkan performanya terutama dalam hal yang berkaitan dengan kualitas mahasiswanya agar saat lulus nanti dapat bersaing di era globalisasi ini.
Untuk mewujudkan kegiatan tersebut maka para mahasiswa dituntut melaksanakan Praktek Kerja Lapang (PKL) sehingga apa yang didapat di bangku kuliah dapat diterapkan di dunia kerja. Namun ditengah pandemik COVID-19 ini perlu adanya penyesuain, yang mengharuskan kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) tetap berjalan sesuai dalam waktu yang telah ditetapkan. Sehingga perlu dilakukan penyesuaian dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) yang tetap memperhatikan capaian learning outcome Praktek Kerja Lapang (PKL) dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan mahasiswa serta pihak lainnya. Untuk itu Praktek Kerja Lapang (PKL) tahun ini dilakukan pada BUMDes atau Pemeritahan Desa/ Kelurahan yang terpilih sesuai dengan skema pada pedoma Praktek Kerja Lapang (PKL) sebagai acuan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ACHMAT ZAINURI |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | Website; Media Sosial; Desa; BUMDES |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 00:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29639 |
