TRUNOJOYO-KP-20852-180311100070-PKL_MAUDINA SETIAWATI_180311100070.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Tanaman jeruk (Citrus sp) merupakan tanaman tahunan yang berasal
dari Asia Tenggara terutama Cina. Jeruk merupakan salah satu komoditas
holtikultura penting yang memiliki permintaan pasar cukup besar dari tahun
ketahun. Jeruk merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang
dapat dilihat dari volume ekspor jeruk Indonesia pada tahun 2016 sebanyak
237.920 kg dan naik menjadi 503.487 kg pada tahun 2017 dimana meningkat
sebesar 111.62% (Hortikultura, 2018). Tanaman jeruk yang dibudidayakan di
Indonesia juga telah dibudidayakan di negara -negara tropis lainnya. Namun
sejarah dari tanaman jeruk yang berada di Indonesia sendiri tidak begitu jelas
adanya.
Jeruk lemon atau jeruk citrun merupakan buah yang tidak asing di
Indonesia dan memiliki variasi penggunaan yang lebih banyak dibandingkan
dengan jenis jeruk lain sehingga sering disebut sebagai buah serba guna. Jeruk
lemon mempunyai aroma yang kuat serta citarasa yang khas. Jeruk lemon
memiliki sifat-sifat khemis yang berbeda dengan jenis buah jeruk yang lain,
seperti kadar gula, pH yang sangat rendah dan rasa masam buah jeruk sangat
tinggi (Prastowo et al., 2006).
Prospek agribisnis jeruk lemon di Indonesia cukup bagus karena potensi
lahan produksi yang luas. Namun sangat kecil orang dalam mengusahakan
budidaya tanaman jeruk lemon. Salah satunya disebabkan kurang tersedianya
bibit yang relatif lama untuk memperoleh bibit yang siap tanam asal biji.
Keberhasilan pengusahaan tanaman jeruk lemon, khususnya yang berskala
komersial sangat besar ditentukan oleh ketersediaan bibit bermutu pada waktu
yang tepat, dalam jumlah besar dan dengan harga yang terjangkau oleh petani.
Penggunaan bibit dan varietas yang tidak sesuai akan menimbulkan kesulitan
dalam pengelolaan tanaman selanjutnya. Kekeliruan ini biasanya akan dirasakan
beberapa tahun kemudian yaitu setelah tanaman menghasilkan (Hat ta et al.,
1992). Oleh karena itu penelitian dan pengembangan serta pengelolaan kebun kebun penangkaran bibit yang ada perlu ditingkatkan guna memenuhi
permintaan konsumen bibit yang terus meningkat (Samekto, dkk., 1995).
CV. Cempaka Mulya merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun
2008 yang berada di Desa Sidomulyo, Batu, Malang. CV. Cempaka Mulya
merupakan penangkar bibit yang bersertifikat BPSB Jawa Timur. CV. Cempaka
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MAUDINA SETIAWATI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PERSEMAIAN; BATANG BAWAH; BENIH; JERUK CITRUN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 00:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29558 |
