TEKNIK PEMUPUKAN BIBIT JERUK (Citrus sp.) DI CV. CEMPAKA MULYA

KIKY PUTRIA NINGSIH (2021) TEKNIK PEMUPUKAN BIBIT JERUK (Citrus sp.) DI CV. CEMPAKA MULYA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-20847-180311100060-KIKY PUTRIA NINGSIH_180311100060_LAPORAN PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-20847-180311100060-KIKY PUTRIA NINGSIH_180311100060_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Jeruk (Citrus sp.) merupakan komoditas buah-buahan yang mempunyai
nilai ekonomi penting dan nilai kesehatan yang berarti karena mengandung nilai gizi
yang tinggi (Vitamin C dan vitamin A). Buah jeruk dapat dikonsumsi langsung
sebagai buah segar atau juice dan dapat pula diolah menjadi sirup. Buah jeruk
merupakan sumber vitamin C yang berguna untuk kesehatan manusia. Kandungan
vitamin C sangat beragam antarvarietas, berkisar antara 27-49 mg/100 g daging buah.
Makin tua buah jeruk, biasanya makin berkurang kandungn vitamin C-nya, tetapi
semakin manis rasanya. Varietas jeruk sangat banyak, masing-masing jenis
mempunyai karakteristik yang berbeda.
Di Indonesia jeruk menjadi salah satu komoditas penting setelah pisang dan
mangga. Dilihat dari luas pertanaman jeruk di Indonesia mengalami penurunan dan
jumlah produksi belum mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Hal ini
menjadi tantangan dan peluang bagi petani, pengusaha jeruk dan pemerintah dalam
usaha meningkatkan produksi jeruk. Pendapatan yang diterima oleh petani
pembudidaya jeruk selalu mengalami perubahan pada setiap musim tanam.
Perubahan pendapatan pada petani jeruk itu tergantung dari kondisi tanaman jeruk itu
sendiri.
Jeruk (Citrus sp.) merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia.
Seringkali Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan
tahun yang lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau
dibudidayakan. Jeruk terdiri dari berbagai varietas yang mempunyai arti penting dari
segi ekonomis. Berdasarkan karakteristik (bentuk, sifat fisik buah dan manfaatnya),
jeruk yang dibudidayakan di Indonesia dapat dibagi menjadi lima golongan, yang
pertama yaitu jeruk keprok, jenis ini tumbuh baik di dataran tinggi (Keprok Siem,
Keprok Garut, Keprok Punten, Keprok Tejakula, dan Keprok Madura). Golongan
yang kedua adalah Jeruk Manis, terdiri dari dua kelompok yaitu yang diusahakan di dataran rendah (Norris, Pineapple, Valencia Late Orange (VLO)) dan yang
diusahakan di dataran tinggi (Jeruk Manis Punten, Washington Navel Orange
(WNO)). Golongan yang ketiga adalah Jeruk Besar, jeruk ini secara ekonomis kurang
dan daerah penghasil terbatas yaitu Nambangan-Madiun, Gulung, Pandanwangi.
Golongan yang keempat adalah Jeruk Sayur atau Jeruk Bumbu, jeruk ini buahnya
masam, bermanfaat untuk sayur dan bumbu (Jeruk Nipis atau Jeruk Pecel, Jeruk
Purut, Jeruk Sambal). Golongan kelima adalah Jeruk Hibrida, jeruk ini berfungsi
sebagai batang bawah, perakarannya dalam dan luas, diambil bijinya untuk batang
bawah (Japansche Citroen), sebagai batang buah (Rough Lemon) (Soelarso, 1996).
Jeruk merupakan salah satu komoditas holtikultura penting yang memiliki
permintaan pasar cukup besar dari tahun ketahun. Peranan komoditas ini adalah
sebagai tanaman hortikultura yang memegang peran strategis dalam perdagangan
produk pertanian khususnya dalam komoditas buah – buahan. Jeruk merupakan salah
satu komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang dapat dilihat dari volume ekspor
jeruk Indonesia pada tahun 2016 sebanyak 237.920 kg dan naik menjadi 503.487 kg
pada tahun 2017 dimana meningkat sebesar 111.62%.
Citrus sp. secara umum dikenal dengan nama jeruk termasuk ke dalam
kelompok tanaman angiospermae. Tanaman ini dapat dibudidayakan melalui metode
konvensional dan pemuliaan tanaman. Secara umum teknik pemuliaan yang
digunakan adalah dengan menyilangkan tanaman melalui polen pada kepala putik.
Namun dengan adanya faktor genetik alami sehingga menyebabkan tanaman
incompatible atau tidak dapat disilangkan, maka dikembangkan teknik fusiprotoplas,
yaitu teknik menyilangkan tanaman melalui sel somatik. Karakter tanaman jeruk hasil
fusiprotoplas perlu diuji ketahanannya terhadap serangan hama dan penyakit.
Perakitan tanaman jeruk melalui proses fusiprotoplas dengan tetua Satsuma
Mandarinl dan Siam Madu telah dilakukan oleh Martasari (2009).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
KIKY PUTRIA NINGSIH
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PEMUPUKAN; BIBIT JERUK
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 00:33
Last Modified 24 Oct 2026 17:19
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29550

Actions (login required)

View Item
View Item