TRUNOJOYO-KP-20812-180311100013-LAPORAN PKL_NADIA WAHYU TRILESTARI_180311100013.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Mentimun adalah salah satu jenis sayuran yang popular di Indonesia. PT Wira Agro nusantara sejahtera merupaan perusahaan produksi benih tanaman sayuran, buah semusim dan bunga. Salah satu produksi benih tanaman sayuran di PT Wira Agro Nusantara Sejahtera adalah mentimun. Mentimun memiliki berbagai macam warna kulit buah diantaranya yaitu hujau keputih putihan, hijau muda, dan hijau gelap. Umumnya rasa pangkal pada mentimun adalah pahit. Keunggulan dari PT Wira Agro Nusantara Sejahtera dalam memproduksi mentimun adalah rasa pangkal buah mentimun yang tidak pahit.
Indonesia memiliki berbagai macam tanaman semusim, salah satunya adalah tanaman mentimun. Mentimun adalah buah yang banyak digemari oleh masyarakat. Mentimun dapat dikonsumsi langsung atau dalam bentuk segar, sebagai pencuci mulut atau pelepas dahaga, lalapan, dll. Mentimun dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik dan dapat dijadikan obat, yaitu untuk menurnkan tekanan darah tinggi. Mentimun merupakan buah sayuran yang memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi. Setiap 100 g mentimun mengandung 15 kalori, 0,8 protein, 0,1 pati, 3 gram karbohidrat,
30 mg fosfor, 0,5 g besi, 0,02 thianine, 0,1 riboflavin, 5,00 natrium, 0,10 mg niacin,0,40 g abu, 14 mg asam, 0,045 IU vitamin A, 0,3 iu vitamin B1 dan 0,2 IU vitamin B2 (Sumpena, 2001).
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan keluarga dari labu labuan (Cucurbitaceae). Buah mentimun digemari oleh semua masyarakat, mulai dari masyarakat berpenghasilan tinggi hingga masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga buah mentimun dibutuhkan dengan jumlah yang sangat besar. Menurut Cahyono (2003), kebutuhan buah mentimun cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk, peningkatan taraf penduduk, tingkatan pendidikan dan kesadaran masyarakat dalam pentingnya nilai gizi.
Tanaman mentimun di Indonesia banyak dibudidayakan pada dataran rendah. Budidaya mentimun meliputi persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Menurut Badan Pusat Statistik (2008), produksi mentimun di Indonesia sangat rendah yaitu 3,5 ton/ha sampai 4,8 ton/ha, akan tetapi produksi mentimun hibrida dapat mencapai 20 ton/ha. Budidaya mentimun dengan produksi tinggi dan intensif belum banyak dilakukan. Oleh karena itu diperlukan teknik budidaya mentimun yang baik dan benar, agar produksi mentimun tinggi atau mengalami peningkatan serta intensif.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NADIA WAHYU TRILESTARI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA; MENTIMUN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 00:18 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29464 |
