TEKNIK PERBANYAKAN BIBIT KENTANG (Solanum tuberosum L.) G0 VARIETAS GRANOLA KEMBANG DALAM SCREEN HOUSE DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAAN PEDESAAN SWADAYA (P4S) ARBORETUM FARM BUMIAJI KOTA BATU

BAYU BRAWIJAYA SANTOSO (2021) TEKNIK PERBANYAKAN BIBIT KENTANG (Solanum tuberosum L.) G0 VARIETAS GRANOLA KEMBANG DALAM SCREEN HOUSE DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAAN PEDESAAN SWADAYA (P4S) ARBORETUM FARM BUMIAJI KOTA BATU. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-20808-180311100088-PKL_BAYU BRAWIJAYA SANTOSO_180311100088.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-20808-180311100088-PKL_BAYU BRAWIJAYA SANTOSO_180311100088.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Permintaan akan produk pertanian juga terus meningkat, seiring bertambahnya populasi manusia. Kentang (Solanum tuberosum L.) sebagai komoditas pengahasil umbi memegang peranan penting dan mendapat prioritas untuk dikembangkan serta berpotensi untuk dipasarkan di dalam negeri maupun diekspor. Kentang merupakan salah satu tanaman penunjang program diversifikasi pangan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Kusuma dan Basuki (2004) menyatakan kentang memiliki kandungan karbohidrat tinggi sehingga dapat menggantikan bahan pangan lain seperti padi, gandum dan jagung. Usaha tani kentang sebagai sumber pendapatan dan memberi kesempatan kerja dapat berkontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi suatu wilayah.
Produksi dan produktivitas kentang nasional Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain. Pada tahun 2017 produksi kentang nasional sebanyak 1.164.738 ton dengan produktivitas rata-rata 15,4 ton per hektar. Tahun 2018 hingga 2019, produksi kentang Indonesia meningkat dari 1.284.760 ton menjadi 1.314.657 ton. Luas panen kentang telah berkurang dari tahun 2018 menjadi 2019 yaitu dari 68.633 hektar menjadi 68.223 hektar (Kementerian Pertanian Republik Indonesia, 2019). Rendahnya hasil panen kentang di Indonesia dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti terbatasnya pasokan unsur hara, kualitas benih yang rendah, teknik bercocok tanam yang buruk, dan perlakuan pasca panen (Badan Pusat Statistik, 2018). Menurut Pitojo (2004), petani kentang kebanyakan menggunakan umbi kentang berukuran kecil dan sedang yang diproduksi sendiri oleh generasi sebelumnya dan tidak menggunakan benih berkualitas tinggi.
Produktivitas kentang rata-rata masih terbilang rendah di seluruh negeri hal ini dipengaruhi oleh terbatasnya penggunaan benih kentang berkualitas tinggi oleh petani. Sebagian besar petani menggunakan benih umbi kentang generasi berikutnya dari hasil panen, yang digunakan sebagai benih untuk awal tanam. Keadaan ini dapat terjadi lantaran tingginya harga benih kentang kualitas tinggi, sedangkan harga kentang konsumsi di pasaran relatif lebih rendah. Rendahnya produktivitas kentang disebabkan oleh rendahnya kualitas dan kuantitas benih yang kurang memadai, pengendalian hama penyakit yang tidak efektif, serta terbatasnya varietas kentang yang diminati pasar, hingga faktor lingkungan pertumbuhan (Nuraini, 2016). Selain itu, modal yang cukup tinggi dan perencanaan yang baik dibutuhkan dalam kegiatan produksi benih kentang sangat dibutuhkan (Amrullah et al, 2019).
Salah satu wilayah di Kota Batu yang memproduksi benih kentang adalah Kecamatan Bumiaji. Kegiatan pelatihan produksi benih kentang telah diberikan oleh pemerintah Kota Batu kepada kelompok tani di wilayah tersebut salah satunya adalah Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Arboretum Farm yang bekerjasama dengan PT. Image Hortindo. Saat ini, jumlah pengusaha dan penangkar bibit kentang masih terbatas mengakibatkan kebutuhan benih kentang belum dapat tercukupi. Hal tersebut juga berdampak pada budidaya kentang sehingga tidak dapat dilaksanakan dengan baik di lihat dari segi produktivitas kentang menunjukkan hasil yang rendah. Penangkar yang diperbolehkan untuk melaksanakan penangkaran bibit ialah lembaga penelitian, universitas, dan balai benih yang telah mampu dan diberi kewenangan, serta perusahaan swasta yang telah terakreditasi karena memenuhi persyaratan berupa sertifikasi. Kegiatan teknik perbanyakan ini perlu dipelajari dan diketahui tahapannya dalam pembibitan kentang yang dilakukan, pada suatu upaya peningkatan produksi budidaya tanaman kentang agar dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
BAYU BRAWIJAYA SANTOSO
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PERBANYAKAN; BIBIT KENTANG; VARIETAS GRANOLA KEMBANG; SCREEN HOUSE
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 00:18
Last Modified 24 Oct 2026 17:19
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29458

Actions (login required)

View Item
View Item