PENANGANAN PENYAKIT BUSUK BUAH (Phytoptora palmivora) PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI PTPN XII KEBUN KENDENGLEMBU, BANYUWANGI

BAHRIA MEILINA (2021) PENANGANAN PENYAKIT BUSUK BUAH (Phytoptora palmivora) PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI PTPN XII KEBUN KENDENGLEMBU, BANYUWANGI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-20807-180311100142-Bahria Meilina_180311100142_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-20807-180311100142-Bahria Meilina_180311100142_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) yang termasuk dalam genus Theobroma, merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hal tersebut didukung oleh potensi kakao yang dapat digunakan sebagai ekspor dan subekspor perkebunan yang merupakan komoditas unggulan nasional. Menurut Ditjenbun (2017) pada tahun 2018 volume dan nilai ekspor kakao (dalam berbagai bentuk) sebesar 354.752 ton dengan nulai US $ 1.120.252.807 yang digunakan dalam produk bahan baku industri makanan, minuman, dan sebagainya. Kegiatan budidaya tanaman kakao pada kasus kebun kendenglembu memiliki beberapa kendala, diantaranya adalah adanya serangan hama dan penyakit tanaman. Kehilangan hasil produksi tanaman terbesar dapat disebabkan oleh penyakit busuk buah pada tanaman kakao yang disebabkan oleh cendawan Phytoptora palmivora. Penyakit busuk buah dapat menurunkan produksi hingga 90% terutama pada musim kemarau dengan populasi semut yang tinggi (Rosmala, 2010). Hakkar (2014) menyatakan bahwa cendawan Phytoptora palmivora merupakan spesies utama yang menyerang semua fase perkembangan buah kakao sehingga selain menyebabkan busuk buah juga menyebabkan layu cherelle. Ancaman penyakit busuk buah memiliki tingkat penyebaran yang tinggi pada areal pertanaman kakao sehingga perlu dilakukan tindakan yang tepat dan lebih awal untuk menyelamatkan hasil produksi. Penyakit busuk buah kakao (Phytoptora palmivora) menunjukkan gejala berupa perubahan warna pada buah menjadi lebih gelap (coklat kehitaman) dengan batas tegas. Hal tersebut mampu menurunkan mutu dan nilai ekonomi dari buah kakao. Tahapan penting dalam menangani tingkat serangan busuk buah pada komoditas kakao adalah pengaruh baku standar mutu yang ditetapkan untuk diolah menjadi makanan dan minuman cokelat. Berat ringanya intensitas seranagan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kelembaban udara, curah hujan, cara bercocok tanam, banyaknya buah pada pohon, dan jenis tanaman (PTPN XII, 2013). Pengaruh lingkungan tersebut dapat dimanipulasi untuk menekan pertumbuhan dan perkembangan penyakit sehingga penurunan hasil produksi tidak terlalu berlebih. PT Perkebunan Nusantara XII merupakan salah satu perusahaan agribisnis perkebunan yang memiliki daya saing tinggi melalui berbagai inovasi sehingga terus berkembang. Komoditas yang dimiliki antara lain kakao, tebu, karet, dan kopi. PT Perkebunan Nusantara XII yang berlokasi di kebun Kendenglembu tepatnya Afdelling Besaran memiliki komoditas kakao yang hampir 2 tahun berturut turut tidak terawat sehingga kegiatan yang dilakukan saat ini antara lain pemangkasan dan pengendalian hama dan penyakit pada kakao. Berdasarkan hal tersebut, PT Perkebunan Nusantara XII kebun Kendenglembu merupakan pilihan yang tepat bagi penulis untuk mempelajari kegiatan proteksi tanaman kakao khususnya penanganan busuk buah kakao (Phytoptora palmivora) di Kebun Kendenglembu.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
BAHRIA MEILINA
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PENYAKIT; BUSUK BUAH; KAKAO
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 00:17
Last Modified 24 Oct 2026 17:19
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29455

Actions (login required)

View Item
View Item