TRUNOJOYO-KP-20805-180311100159-Laporan PKL Irvan Ramdhani 180311100159.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Mentimun (Cucumis Sativus.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang berasal dari benua asia, tepatnya berasal dari India. Tanaman mentimun pertama kali ditemukan di pegunungan Himalaya dengan nama Cucumis hardwichi royle Tanaman mentimun dari India menyebar ke wilayah Mediterania, selanjutnya menyebar ke seluruh dunia, terutama daerah-daerah yang beriklim panas (tropis) sampai ke daerah yang beriklim sedang atau sub tropis Di Indonesia. tanaman mentimun dapat dibudidayakan di semua wilayah, namun daerah yang menjadi pusat tanaman mentimun adalah propinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bengkulu dan Kalimantan Barat.
Produksi mentimun dalam skala nasional pada tahun 2012-2015 mengalami penurunan yaitu 512.535 ton, 491.636 ton, 477.976 ton, dan 447.677 ton. Menurunnya produksi mentimun di Indonesia disebabkan beberapa kendala, diantaranya terkait dengan budidaya mentimun yang meliputi iklim dan cuaca yang tidak menentu dan rendahnya kesuburan tanah (Nandia, 2020). Provinsi jawa timur merupakan sentra produksi mentimun di Indonesia, tetapi dalam produksinya mengalami fluktuasi tercatat mulai tahun 2012 hingga 2015 yaitu 34.988 ton, 33.581 ton, dan 34.326 ton. (Badan Pusat Statistik, 2016).
Budidaya mentimun di Indonesia masih perlu ditingkatkan untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik. ada bebeapa hal yang bisa dilakukan dalam meningkatkan produksi mentimun yaitu dengan mempehatikan proses budidayanya sepeti teknik pemeliharaan pada mentimun yang meliputi pemasangan ajir, peambatan batang, pemangkasan, penyiraman, pemupukan, pengendaliam hama dan penyakit, dan lain-lain. pengaturan jarak tanam juga dapat meningkatkan hasil produksi karena befngsi untuk meminimalkan persaingan dalam penyerapan hara, air dan cahaya matahari, sehingga apabila tidak diatur dengan baik akan mempengaruhi hasil tanaman. (Abadi dkk., 2013)
Mentimun merupakan sayuran buah yang memiliki kandungan mineral dan vitamin yang tinggi. vitamin yang tekandung pada buah mentimun diantaranya, vitamin A, vitamin, B1, B5, dan B7, dan vitamin C. (Andi, 2015). Selain memenuhi kebutuhan pasar, mentimun juga bisa dimanfaatkan untk obat obatan sepeti obat penutun panas, mengurangi sakit tenggorokan, batuk kaena mentimun memiliki banyak nutrisi yang sangat bermanfat bagi tubuh, serta senyawa antioksidan yang dapat membantu dalam mengobati dan mencegah beberapa masalah pada tubuh. Selain itu, mentimun rendah kalori dan mengandung banyak serat yang membuat buah ini ideal untuk menurunkan berat badan. (Vamelda, 2019)
Praktek Kerja Lapang (PKL) merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada bangku kuliah Untuk mewujudkan mahasiswa yang dapat bersaing didunia kerja maka Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura memiliki program Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang bertujuan sebagai sarana mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman di dunia kerja serta menerapkan teori di perkuliahan dalam dunia kerja.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IRVAN RAMDHANI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PEMELIHARAAN; MENTIMUN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 00:17 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29451 |
