TRUNOJOYO-KP-20804-180311100096-Mirna Aprilianita_180311100096_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Cabai merupakan tanaman semusim yang tumbuhnya tegak dengan batang berkayu dan bercabang serta tergolong tumbuhan yang menghasilkan biji. Tanaman ini juga termasuk tanaman perdu dengan rasa buah pedas yang disebabkan oleh kandungan kapsaisin. Secara umum cabai memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin, diantaranya kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin A, B1 dan vitamin C (Wulansari, 2016). Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran penting dan bernilai ekonomi tinggi serta banyak disukai oleh masyarakat. Banyaknya manfaat dan kegunaan dari cabai menyebabkan permintaan selalu meningkat sejalan dengan berkembangnya industry makanan baik dalam skala kecil, menengah, maupun skala besar yang memerlukan cabai sebagai bahan baku (Prasetyo, 2014).
Kebutuhan cabai untuk kota besar yang berpenduduk satu juta atau lebih sekitar 800.000 ton/tahun atau 66.000 ton/bulan. Kebutuhan cabai biasanya meningkat sekitar 10-20% dari kebutuhan normal. Tingkat produktivitas cabai secara nasional selama 5 tahun terakhir sekitar 6 ton/ha (Wahyudi, 2017). Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Cabai juga mengandung Las-paraginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker (Prasetyo, 2014).
Tanaman cabai keriting (Capsicum annum L.) adalah tanaman yang berasal dari benua Amerika yang menyebar hingga mencapai negara-negara Asia termasuk Indonesia dengan bantuan pedagang Spanyol dan Portugis. Cabai keriting merupakan tanaman musiman dengan tinggi yang dapat mencapai satu meter, daun berwarna hijau tua, berbentuk bujur telur dan bunga soliter dengan daun bunga putih (Lumika et al., 2017). Tanaman Cabai keriting termasuk kedalam bahan pangan yang serba guna diantaranya dapat dipergunakan sebagai bumbu masak, penambah nafsu makan, bahan ramuan obat tradisional, serta bahan baku keperluan industri obat-obatan dan makanan.
Budidaya cabai keriting banyak menghadapi berbagai masalah, diantaranya yaitu terserang hama dan penyakit yang terus-menerus, kekurangan unsur hara karena persaingan dengan gulma dan sebagainya. Kegiatan pratanam sebelum tanam harus diperhatikan karena memiliki dampak yang besar bagi proses budidaya. Apabila dilakukan dengan baik dan sesuai maka akan menguntungkan bagi petani dan begitu juga sebaliknya, apabila dilakukan dengan sembrono maka akan merugikan petani tersebut. Kegiatan pratanam harus dilakukan dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan kualitas yang baik dan juga mutu yang tinggi.
CV. Merdeka Seed Terus Berkarya merupakan tempat yang tepat untuk memperoleh informasi sekaligus tempat praktik budidaya berbagai jenis tanaman. CV. Merdeka Seed Terus Berkarya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang riset dan produksi benih di Jawa Timur untuk menunjang kemajuan dalam bidang pertanian. Pelaksanaan praktik kerja lapang di CV. Merdeka Seed Terus Berkarya untuk mempelajari dan memperoleh informasi yang lebih lanjut tentang proses pratanam cabai keriting.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MIRNA APRILIANITA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PRATANAM; CABAI KERITING |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 00:17 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29448 |
