UJI PATOGENESITAS BAKTERI MERAH (Serratia sp.) TERHADAP ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN PERKEBUNAN DI BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA

AHMAD SHOLAHUL HAMAM (2021) UJI PATOGENESITAS BAKTERI MERAH (Serratia sp.) TERHADAP ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN PERKEBUNAN DI BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-20801-180311100098-Ahmad Sholahul Hamam_180311100098_laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-20801-180311100098-Ahmad Sholahul Hamam_180311100098_laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi pada program S1 masih terbatas pada pemberian teori dan praktek dalam skala kecil. Untuk dapat memahami dan memecahkan permasalahan yang muncul di dunia kerja, maka mahasiswa perlu melakukan kegiatan pelatihan kerja secara langsung di instansi atau lembaga yang relevan dengan program pendidikan yang diikuti. Salah satu program yang dapat di tempuh untuk dapat mewujudkan hal tersebut adalah dengan melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL). Kegiatan PKL ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pelatihan dan cara penerapan ilmu kuliah yang didapatkan mahasiswa dari proses pembelajaran di bangku kuliah yang dilakukan di sebuah perusahaan, lembaga atau instansi. Selain itu, mahasiswa juga dapat menambah pengetahuan, pengalaman dan wawasan tentang dunia kerja.
Mahasiswa pertanian umumnya melakukan kegiatan praktik kerja di instansi ataupun perusahaan yang bergerak pada komoditi tanaman pangan, perkebunan, ataupun hortikultura. Salah satu instansi yang mempunyai kapasitas untuk digunakan sebagai lokasi kegiatan praktik kerja mahasiswa pertanian adalah Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya. BBPPTP Surabaya merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada dibawah naungan Direktoral Jendral Perkebunan, yang bergerak di Bidang Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan. Kedua Bidang tersebut sangat penting dalam pengamanan pertanian serta peningkatan pertanian baik dari hasil produksi maupun kualitas produk perkebunan. BBPPTP Surabaya memiliki tugas untuk mengembangkan teknologi proteksi tanaman perkebunan yang aman dan ramah lingkungan, serta mudah diadopsi oleh petani.
Teknologi proteksi tanaman perkebunan yang saat ini marak diterapkan oleh petani pada komiditi tanaman pangan maupun perkebunan adalah teknik pengendalian OPT dengan memanfaatkan agens hayati, karena memperhatikan dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan insektisida kimia yang digunakan secara berlebihan, karena dapat merusak lingkungan bahkan berdampak pada kesehatan petani. Pemanfaatan agens pengendali hayati sebagai teknik dalam pemgendalian OPT tanaman ini dianggap lebih aman, ramah lingkungan, tidak merusak ekosistem serta tidak berdampak buruk pada kesehatan petani meskipun dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Salah satu agens pengendali hayati yang dikembangkan di BBPPTP Surabaya ini adalah bakteri merah (Serratia spp.)
Helopeltis antonii merupakan serangga penghisap buah dan tunas-tunas muda pada tanaman perkebunan utamanya kakao dan teh. Cara makannya yang menghisap dengan stiletnya membuat serangga ini disebut juga kepik penghisap. Gejala serangan kepik penghisap berupa lubang-lubang pada buah muda ditandai dengan adanya tusukan pada buah yang dapat menyebabkan buah menjadi kering dan mati atau jika masih tumbuh permukaan kuliat buah retak dan mengkerut. Pada kulit buah kakao tua tampak bercak - bercak bekas tusukan berwarna coklat kehitaman. Pucuk layu dan mati, ranting mengering dan meranggas.
Hypotenemus hampei merupakan hama yang menyerang kopi di seluruh dunia. Hama ini berasal dari Afrika. Hama ini menyerang biji kopi, menyebabkan lubang pada bagian ostiole dan sisa serbuk makanan dapat terlihat di sana. Hama ini menyerang buah yang sudah hijau, kering, dan matang. Buah yang terserang hama ini akan membusuk, menjadi ringan, atau buah muda akan terjatuh karena muncul mikroorganisme Saprofit. Serangga ini menjadi vektor untuk jamur Aspergillus ochraceus yang memproduksi racun ochratoxin. Racun ini terkadang mengontaminasi biji kopi sampai kopi instan.
Thrips sp., tergolong hama polifag (pemangsa segala jenis tanaman), jadi serangan bukan hanya terdapat tanaman salam tetapi juga tanaman lainnya misalnya cabai, bawang, melon, jeruk dan lain-lain. Thrips sp., hidup secara berkoloni, menyerang bagian tanaman yang masih muda seperti pucuk, tunas, dan bunga dengan cara menghisap cairan dari tanaman tersebut. Gejala khusus dari serangan hama ini adalah adanya strip-strip pada daun dan berwarna keperakan. Noda keperakan itu akibat adanya luka dari cara makan hama Thrips sp. kemudian noda itu akan berubah warna menjadi coklat muda.
Pengendalian kepik penghisap (Helopeltis sp.), Hypotenemus hampei, dan Thrips sp., selama ini masih menggunakan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia yang berlebihan akan berdampak buruk bagi lingkungan, menurunya musuh alami seperti parasitoid dan predator serta akan menimbulkan masalah resistensi hama. Pengurangan insektisida kimia menuntut adanya pengendalian lain yang ramah lingkungan, diantaranya menggunakan bakteri. Serratia sp., merupakan salah satu agens pengendali hayati Helopeltis sp., Hypotenemus hampei, dan Thrips yang efektif dan minim resiko terhadap lingkungkan

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
AHMAD SHOLAHUL HAMAM
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PATOGENESITAS; BAKTERI MERAH; ORGANISME PENGGANGGU; TANAMAN PERKEBUNAN;BBPPTP
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 18 Oct 2026 00:16
Last Modified 24 Oct 2026 17:19
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29444

Actions (login required)

View Item
View Item