TRUNOJOYO-KP-20789-180321100080-PKL_SAMSUKDIN_180321100080.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Kemajuan pembangunan suatu negara atau daerah tidak bisa dilepaskan dari peranan kelembagaan yang terdapat di dalamnya, baik kelembagaan formal maupun kelembagaan informal. Kelembagaan formal merupakan kelembagaan yang memiliki aturan, regulasi pemerintah dan legalitas hukum, sementara kelembagaan informal merupakan kelembagaan yang berada diluar sistem legalitas formal dan tidak memiliki legalitas hukum (Pratomo, 2012). Salah satu contoh kelembagaan formal yaitu kelurahan, dimana kelurahan mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat pada tingkat desa karena kelurahan merupakan tingkatan kelembagaan yang paling mudah untuk menjangkau masyarakat, sehingga kelurahan sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka mendukung kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa menerangkan bahwa kelembagaan yang terdapat dalam suatu desa diantaranya: (1) pemerintah desa (kepala desa dan perangkat desa); (2) badan permusyawaratan desa; (3) lembaga kemasyarakatan; (4) lembaga adat; (5) Kerjasama antar desa; dan (6) badan usaha milik desa. Seluruh kelembagaan tersebut didayagunakan dalam pelaksanaan pemerintahan desa, kegiatan pembinaan masyarakat dan pembangunan desa serta pemberdayaan masyarakat desa guna menggerakkan desa menuju kearah yang lebih maju.
Pemerintah Desa Bago atau disebut Pemdes Bago merupakan salah satu bentuk kelembagaan yang terdapat di Desa Bago Kecamatan Besuk. Selain itu, Desa Bago juga didukung oleh kelembagaan lainnya meliputi Badan Permusyawaratan Desa (BPD), PKK, LKD, Karang Taruna, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Posyandu. Tetapi yang menjadi fokus bahasan hanya satu kelembagaan saja yang ada di Desa Bago yaitu Pemerintah Desa Bago. Permasalahan yang terdapat pada Pemerintah Desa Bago saat ini yaitu belum adanya media sosial (medsos) atau website resmi yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai kinerja, prestasi dan laporan keuangan desa. Hal ini menimbulkan informasi terkait Desa Bago seperti potensi, kinerja, dan prestasi yang tidak terekspose ke masyarakat luas, maka diperlukan pengelolaan dan pengembangan media sosial atau website resmi milik Pemerintah Desa Bago. Oleh sebab itu, kegiatan praktik kerja lapangan ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Desa Bago dalam mengelola dan mengembangkan media sosial atau website sehingga informasi mengenai desa serta kegiatan lainnya dapat diakses oleh masyarakat luas.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SAMSUKDIN |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | WEBSITE; MEDIA SOSIAL; PEMERINTAH DESA; PEMDES |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 00:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29420 |
