TRUNOJOYO-KP-20788-180311100137-Indira Febrianti_180311100137.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Alpukat adalah salah satu jenis buah yang ada di indonesia dengan rasa yang enak segar membuat kita tertarik untuk menanamnya. Namun, seringkali terjadi kebingungan pada saat membudidayakannya karena tidak mengerti bagaimana syarat tumbuh,apakah dapat ditanam di daerah kita,dan bagaimana cara membudidayakannya. Memang banyak orang yang tertarik untuk membudidayakan tanaman buah salah satunya alpukat. Manfaat dari buah alpukat juga sangat banyak oleh karena itu prospek untuk membudidayakan buah alpukat sangat tinggi. Buah alpukat bisa dikonsumsi secara langsung atau menjadi olahan. Selain itu buah alpukat memiliki kandungan gizi yang tinggi Buah alpukat pameling merupakan varietas baru yang dapat ditemukan di Malang tepatnya di Desa Wonorejo Kecamatan Lawang. Buah alpukat pameling ini yang dulunya diberi nama arjuno memiki banyak keunggulan. Salah satu keunggulannya yaitu ukuran yang tergolong besar atau jumbo dengan ukuran 600gram sampai 2 kilogram dengan bentuk buah agak lonjong. Daging buahnya tebal, berwarna kuning mentega dan bijinya relatif kecil. Selain itu, tanaman ini memiliki produktivitas tinggi mencapai 150 hingga 200 kg per pohon. Tanaman ini termasuk genjah karena pada umur 2 tahun sudah mulai berbuah. Tanaman alpukat pameling ini merupakan tanaman yang berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim sehingga permintaan buah alpukat semakin meningkat. Tanaman alpukat pameling ini tidak pernah berhenti berbuah. Dalam satu pohon ada cabang yang sudah berbuah, ada yang berbuah kecil, bahkan ada yang masih berbunga. Pada musim penghujan dari bunga sampai siap panen membutuhkan waktu sekitar 7 bulan, sedangkan pada musim kemarau dari bunga sampai panen membutuhkan waktu 6 bulan untuk panen.
Keunggulannya-keunggulan alpukat pameling tersebut mengantarkan buah ini sebagai juara II kontes buah unggulan nasional yang diselenggarakan dalam rangka PENAS di Aceh pada 2017 yang lalu. Kemudian pada 2019 alpukat Varietas Pameling ini resmi didaftarkan dan dilepas oleh Menteri Pertanian sebagai alpukat unggulan nasional. Harga alpukat pameling pada panen raya adalah Rp 30 ribu per kg, sedangkan pada saat panennya sedikit harganya mencapai Rp 50 hingga 60 ribu per kg. Harga buah ini sangat bagus dan menguntungkan bagi petani. Saat ini alpukat pameling baru mencapai daerah Jawa Timur saja dan sudah masuk ke pasar-pasar premium Pembudidayakan tanaman alpukat akan mendapatkan hasil yang baik jika penanaman dan perawatan dilakukan dengan treknik yang baik dan tepat Tanaman alpukat merupakan tanaman yang cukup banyak ditemukan di Indonesia. Pada tahun 2012, produksi buah alpukat di Indonesia mencapai 290.810 ton. Produksi buah 10 tahun terakhir mencapai rata-rata 243.930 ton. Semakin meningkatnya permintaan terhadap alpukat, penanamannya pun semakin meningkat (Arifah, 2016). Tingginya permintaan harus dimbangi dengan kualitas produksi buah yang baik. Kualitas buah yang baik dapat dilihat dari kulit buah yang halus tidak ada bercak, tidak cacat, dan mempunyai gramatur sesuai dengan kriteria yang telah di tentukan. Selain itu faktor teknis dalam pemanenan juga berpengaruh terhadap kulitas mutu buah. Oleh karena itu perlu adanya pengetahuan mengenai teknik pemanenan yang benar agar kualitas buah dapat terjaga.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM INDIRA FEBRIANTI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEKNIK PANEN; ALPUKAT; PAMELING |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 18 Oct 2026 00:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29418 |
