PERENCANAAN AKSI STRATEGIS PARTISIPATIF: Panduan bagi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat

KURNIYATI INDAHSARI (2019) PERENCANAAN AKSI STRATEGIS PARTISIPATIF: Panduan bagi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-Koran-20738-9786026378576-Perencanaan Aksi Strategis Partisipatif.pdf] PDF
TRUNOJOYO-Koran-20738-9786026378576-Perencanaan Aksi Strategis Partisipatif.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Pembangunan ekonomi lokal seringkali diidentikkan dengan
upaya pemberdayaan masyarakarat lokal secara partisipatif. Hal ini tidak
salah karena pembangunan ekonomi lokal dicirikan oleh adanya: (1)
pemberdayaan entitas lokal, baik sumberdaya alam, manusia, modal
maupun infrastruktur ekonomi lainnya; (2) partisipasi stakeholders dalam
manajemen pembangunan, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan
monitoring dan evaluasinya, serta upaya perbaikannya; dan (3)
pembangunan yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan
meningkatkan aktivitas ekonomi lokal. Dengan kata lain, terdapat upaya
pemanfaatan atau pemberdayaan sumberdaya lokal melalui kemitraan
antar stakeholders pembangunan (masyarakat, pemerintah,
pengusaha/swasta, akademisi, serta lembaga yang ada di masyarakat
lainnya) sehingga ada peningkatan aktivitas ekonomi lokal. Dampak
yang diharapkan berikutnya adalah adanya peningkatan produktifitas
masyarakat lokal, pertumbuhan ekonomi yang inklusif sehingga
kesenjangan akan menurun dengan lingkungan yang tetap terpeliharan.
Perencanaan pembangunan adalah proses yang terencana dan
sistematis untuk mengubah kondisi yag ada saat ini menuju kondisi yang
diharapkan di masa mendatang melalui cara-cara (strategi) tertentu yang
dipilih dengan mempertimbangkan seluruh faktor internal dan ekternal
pendukung maupun penghambatnya. Dengan definisi tersebut, maka
secara umum tahapan inti perencanaan pembangunan meliputi: (1)
analisis kondisi saat ini (existing condition) sehingga dapat dirumuskan
potensi dan permasalahan, baik internal maupun eksternal; (2)
penentuan kondisi ideal yang diharapkan (expected condition); (3)
penentuan cara/strategi bagaimana mendekatkan/menghilangkan
jarak/gap antara kondisi yang ada saat ini dengan yang diharapkan,
dengan mempertimbangkan segala potensi (kekuatan dan peluang) serta
permasalahan (kelemahan dan ancaman) yang ada. Strategi perlu
dijabarkan ke bentuk yang lebih operasional, yaitu dalam bentuk program
atau kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan; dan (4)
penentuan indikator yang nantinya digunakan untuk mengukur tingkat
keberhasilan/ketidakberhasilan rencana.
Perencanaan aksi strategis atau Strategic action planning
diartikan sebagai proses penyusunan rencana aksi pengembangan suatu
objek pembangunan dengan menggunakan pendekatan pembangunan ekonomi lokal (pemberdayaan sumberdaya lokal dan partisipatif).
Aktifitas yang dilakukan dalam proses ini meliputi: (1) analisis
stakeholders: (2) analisis kondisi saat ini yang meliputi analisis
kelembagaan, kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman; (3) analisis
skenario/penentuan strategi; dan (4) penentuan prioritas
program/kegiatan. Aktifitas dalam rencana aksi strategis umumnya
dilakukan secara partisipatif, yaitu melibatkan stakeholders/pihak-pihak
yang berkepentingan. Hasi proses perencanaan ini berupa Rencana Aksi
Strategis yang berisi berbagai program/kegiatan prioritas yang akan
dilakukan, sumberdaya yang dibutuhkan, siapa dan apa bentuk
keterlibatan setiap pihak, kapan dilakukan, dan seterusnya, sehingga
rencana ini siap dilaksanakan secara Bersama oleh pihak-pihak yang
terlibat.
Dengan memadukan dua pengertian di atas, maka perencanan
pembangunan ekonomi lokal dapat diartikan sebagai sebuah proses
yang terencana dan sistematis untuk mengubah kondisi yang ada saat
ini menuju kondisi yang diharapkan di masa mendatang melalui
pemberdayaan sumberdaya lokal secara partisipatif. Seluruh bagian dari
proses perencanaan seyogyanya dilakukan melalui proses partisipatif
dan seoptimal mungkin memanfaatkan sumberdaya lokal.
Karenanya, seorang calon perencana pembangunan, khususnya
pembangunan ekonomi lokal, diharuskan memiliki kompetensi sebagai
seorang fasilitator pemberdayaan masyarakat (sumberdaya) lokal yang
mampu memfasilitasi:
(1) proses perencanaan pembangunan. Kompetensi yang harus dimiliki
adalah kemampuan dalam mengidentifikasi kondisi saat ini,
menetapkan kondisi yang diharapkan di masa mendatang,
merumuskan strategi terbaik, dan menetapkan indikator yang terukur
dan tepat.
(2) keterlibatan semua stakeholders dalam pembangunan lokal.
Kompetensi yang harus dimiliki adalah kemampuan berkomunikasi
dan melakukan pendekatan sosial sehingga masyarakat mau
percaya dan akhirnya terlibat dalam aktivitas yang dilakukan oleh
perencana atau fasilitator
(3) kemitraan antar stakeholders. Kompetensi yang harus dimiliki adalah
kemampuan berkomunikasi, mencari jejaring, dan memfaslitasi
pertemuan dan/atau kerjasama antar pihak yang saling
membutuhkan.
(4) penciptaan kemandirian masyarakat. Kompetensi yang harus dimiliki
adalah kemampuan mempersiapkan kader-kader pemberdayaan
masyarakat, memotivasi masyarakat hingga berkreasi dalam
penyelesaian berbagai permasalahan masyarakat.
Kompetensi-kompetensi di atas merupakan gabungan dari
kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang mendukung yang
harus dipelajari, dipahami, dan dilatihkan. Kompetensi yang didapat dari
pengetahuan tanpa latihan / pengembangan keterampilan, maka
pengetahuan tersebut akan sulit diaplikasikan. Pun demikian,
keterampilan tanpa pengetahuan tidak akan memberikan hasil yang
optimal karena segala sesuatu pasti ada ilmunya. Sementara itu,
pengetahuan dan keterampilan yang baik tanpa diimbangi sikap yang
mendukung, tidak akan mampu mendapatkan perhatian dan
kepercayaan mengerakkan masyarakat untuk aktif berpartisipasi.
Buku Ajar ini merupakan salah satu Buku pembelajaran pada
mata kuliah Perencanaan Strategis pada Program Studi Ekononomi
Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trunojoyo
Madura (Prodi EP, FEB UTM). Walaupun demikian, informasi dalam
Buku ajar ini juga bisa digunakan untuk memperkaya pembelajaran mata
kuliah lain terkait, seperti Perencanaan Pembangunan atau pun Tekmik
Analisisi Perencanaan Pembangunan. Buku ajar ini pun dapat digunakan
sebagai panduan bagi seseorang yang ingin berlatih sebagai fasilitator
pemberdayaan masyarakat, khususnya selama proses perencanaan
pembangunan ekonomi lokal. Selain itu, mengingat bahwa salah satu
profesi yang ingin dicapai oleh lulusan Prodi FEB UTM adalah Tenaga
Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat, maka isi dalam Buku ajar ini
menjadi wajib dipelajari dan dilatihkan oleh mahasiswanya.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
KURNIYATI INDAHSARI
Department Ekonomi Pembangunan
Uncontrolled Keywords PERENCANAAN STRATEGIS; Pemberdayaan Masyarakat
Divisions Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 - Ekonomi Pembangunan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 17 Oct 2026 23:53
Last Modified 24 Oct 2026 17:19
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29310

Actions (login required)

View Item
View Item