TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20724-ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (488kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20724-COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20724-CHAPTER 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20724-CHAPTER 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20724-CHAPTER 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20724-CHAPTER 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20724-CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (546kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20724-REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (728kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20724-APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Kedelai merupakan salah satu hasil pertanian yang ada di daerah Jawa Timur.
Kedelai menjadi tanaman penghasil bahan makanan penting, seperti dijadikan bahan
baku tempe ataupun dijadikan sebagai bahan olahan minuman seperti susu dan juga
ada yang menjadikan sebagai pakan ternak, penghasil minyak, maupun penyubur
tanah. Produksi kedelai di provinsi Jawa Timur mengalami penurunan yang
diakibatkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah faktor serangan organisme
pengganggu tanaman (OPT). Gejala pada tanaman kedelai yang terinfeksi terkadang
sulit dikenali karena sering menunjukkan tanda atau karakteristik yang serupa
sehingga para petani sulit untuk mengetahuinya, dan juga membuat penanganan
makin lambat karena hanya para ahli yang bisa mengidentifikasi dengan benar. Oleh
sebab itu, petani membutuhkan suatu sistem yang dapat mendiangnosis organisme
pengganggu tanaman kedelai dari gejala-gejala yang diderita oleh tanaman kedelai
yang dapat diakses secara online. Pada penelitian ini akan dilakukan penggabungan
dua metode Backward Chaining - Certainty Factor. Pada penelitian ini
menggunakan metode Backward chaining yang baik digunakan untuk melakukan
diagnosis dan digabungkan dengan Certainty Factor untuk mendapatkan keakuratan
dalam melakukan diagnosis. Proses pendeteksian dilakukan dengan cara bertanya
pada petani tentang salah satu gejala yang tampak pada tanaman kedelai kemudian
menanyakan gejala selanjutnya berdasarkan gejala yang diderita sebelumnya. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa akurasi berdasarkan hasil 60 data yang di uji
menghasilkan akurasi yang tinggi sebesar 90,90%.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALVINNANDA DARY |
| Department | Informatika |
| Uncontrolled Keywords | Kedelai ; Diagnosis; penyakit; hama; Metode Backward Chaining; Certainty Factor |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Informatika |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 23:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29261 |
