TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20718-15.01.111.00198_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20718-15.01.111.00198_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20718-15.01.111.00198_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20718-15.01.111.00198_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20718-15.01.111.00198_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20718-15.01.111.00198_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20718-15.01.111.00198_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20718-15.01.111.00198_Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
ABSTAK
Hak asuh anak merupakan kewajiban orangtua dalam mengasuh, memelihara, dan mendidik anak sampai dengan dia dewasa atau mampu berdiri sendiri. Salah satu kewajiban orangtua ialah membimbing anaknya untuk dapat beribadah menurut agamanya. Pada Putusan Pengadilan Agama Sekayu Nomor 0487/Pdt.G/2014/PA.Sky menetapkan hak asuh anak Islam kepada Ibu yang murtad. Adapun tujuan penelitian hukum ini untuk memperoleh kejelasan tentang hak asuh anak pasca terjadinya perceraian karena salah satu orangtuanya murtad berdasarkan Hukum Islam dan memperoleh informasi mengenai kedudukan hak waris anak yang beragama Islam atas orangtua yang bukan bergama Islam. Metode penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan yang berorientasi pada studi kasus. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa penetapan hak asuh anak kepada ibu yang murtad yang terdapat dalam Putusan Pengadilan Agama Sekayu Nomor 0487/Pdt.G/2014/PA.Sky tidak tepat karena Wahbah Al Zuhailiy membedakan kafir dengan kafir murtad dan kafir murtad tidak memperoleh hadhanah anak Muslim, serta berdasarkan perspektif hukum Islam orang kafir tidak berhak atas hadhanah anak Muslim sesuai dengan pandangan hukum mahzab syafi’iyah, dan mahzab hambali dan juga pandangan hukum mahzab hanafi yang tidak membolehkan kafir murtad memperoleh hadhanah anak Muslim. Selain itu juga tidak memenuhi syarat sebagai pemegang hadhanah sesuai dengan kesepakatan jumhur ulama yang mensyaratkan beragama Islam sebagai syarat pemegang hadhanah. Mengenai kedudukan hak waris anak Islam atas orangtua yang yang bukan beragama Islam dalam persfektif hukum Islam terdapat dua pandangan. Pandangan pertama diantara keduanya tidak dapat saling mewaris didasarkan atas adanya Hadits yang melarang saling mewaris antara Muslim dengan non Muslim. Pandangan kedua ialah anak yang Muslim dapat menjadi ahli waris atas Orangtua non Muslim sesuai pendapat Ibnu Taimiyah yang membolehkan Muslim mewarisi kafir.
Kata Kunci : Hak Asuh Anak, Murtad, Waris
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FITRIA NURUL SOLICHAH |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Hak Asuh Anak, Murtad, Waris |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 23:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29234 |
