TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12216-ABSTRAC.pdf
Download (86kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12216-New Doc 2018-01-18 (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12216-BAB 1.pdf
Download (119kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12216-BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (264kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12216-BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (239kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12216-BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (446kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12216-BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (191kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12216-DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (111kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12216-1. data 1-5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (468kB)
Abstract
Tindak tutur direktif merupakan aspek penting yang dapat digunakan dalam proses pemeriksaan hukum, yang dalam penelitian ini adalah dalam sidak pasangan tidak resmi dalam acara 86 NET TV. Oleh karena itu, pihak kepolisian dapat menggunakan pengetahuan dan wawasan tentang kajian tindak tutur direktif untuk menggunakannya dalam mencari tahu kebenaran dari suatu perkara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif pada proses sidak pasangan tidak resmi dalam acara 86 NET TV. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian berupa tuturan pihak kepolisian dalam melakukan sidak pasangan tidak resmi. Sumber data berupa acara 86 NET TV. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik dokumentasi, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penentuan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif dalam penggunaannya pada proses sidak pasangan tidak resmi dalam acara 86 NET TV adalah dengan menggunakan teori dari Ibrahim. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi penyidik. Hasil penelitian pada proses sidak pasangan tidak resmi dalam acara 86 NET TV menunjukkan bahwa penggunaan bentuk pertanyaan dan fungsi menginterogasi lebih dominan digunakan pihak kepolisian dibandingkan dengan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif lainnya. Bentuk tindak tutur direktif yang digunakan meliputi pertanyaan, permintaan, perintah, larangan, pemberian izin, nasihat. Fungsi yang ditemukan dalam penelitian meliputi fungsi menginterogasi, fungsi menanya, fungsi meminta, fungsi meminta dan bertanya, fungsi menuntut, fungsi mengajak, fungsi memerintah, fungsi mengomando, fungsi mengarahkan, fungsi anjuran, fungsi mendesak, fungsi melarang, fungsi membolehkan, fungsi mempersilakan, fungsi menyarankan, dan fungsi nasihat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DWI KURNIAWATI |
| Department | Pendidikan BHS dan Sastra IND. |
| Uncontrolled Keywords | Kata kunci: tindak tutur direktif, proses pemeriksaan, dan sidak. |
| Divisions | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 - Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 23:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29123 |
