TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20689-ABSTRACT_140111100053.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (32kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20689-Cover_140111100053.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (760kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20689-CHAPTER 1_140111100053.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (202kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20689-CHAPTER 2_140111100053.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (135kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20689-CHAPTER 3_140111100053.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20689-CHAPTER 4_140111100053.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20689-CONCLUSION_140111100053.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20689-REFERENCES_140111100053.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (92kB)
Abstract
ABSTRAK
Sirkumsi adalah suatu tindakan medis yang berupa suatu tindakan menghilangkan kulit bagian depan penis dengan tujuan untuk kesehatan. Sirkumsi atau lebih dikenal dengan istilah sunat ataupun khitan dilakukan oleh Tenaga Medis berupa Dokter. Sirkumsi merupakan suatu tindakan medis yang mengandung resiko tinggi dalam proses pelaksanaannya dan dibutuhkan tenaga medis yang telah berpengalaman dalam bidang tindakan medis berupa tindakan sirkumsi. Dalam prakteknya sirkumsi dapat dilakukan oleh Tenaga Kesehatan lain yaitu Perawat yang dapat melakukan suatu tindakan medis berupa sirkumsi berdasarkan atas adanya suatu pelimpahan wewenang yang diperoleh perawat tersebut untuk menjalankan tindakan medis berupa sirkumsi.
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan adalah penilitian normatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendeketan perundang-undangan dan menggunakan metode perspektif analisis.
Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa dalam menjalankan tindakan medis berupa tindakan sirkumsi dapat dilakukan oleh perawat yang telah memiliki keahlian dalam tindakan medis sirkumsi, yang keahlian tersebut diperoleh oleh perawat dengan adanya suatu pelatihan yang diterima oleh perawat serta adanya pelimpahan wewenang yang diterima oleh untuk menjalankan suatu tindakan medis yang pelimpahan wewenang tersebut diberikan langsung oleh Dokter kepada Perawat secara tertulis untuk perawat agar perawat dapat menjalankan suatu tindakan medis. Pelimpahan wewenang yang dapat diterima perawat terdiri dari 2 macam pelimpahan yaitu pelimpahan wewenang secara delegatif dan pelimpahan wewenang secara mandat.
Kata kunci: Sirkumsi-Tindakan medis-Perawat
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IRWAN DWI ROSTANTO |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Sirkumsi,Tindakan Medis,Perawat |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 23:03 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29111 |
