TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20683-130311100102_ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (93kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20683-130311100102_COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20683-130311100102_CHAPTER I.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (97kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20683-130311100102_CHAPTER II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (182kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20683-130311100102_CHAPTER III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (287kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20683-130311100102_CAHPTER IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (183kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20683-130311100102_CONCLUSION.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (87kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20683-130311100102_REFERENCES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (168kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20683-130311100102_APPENDICES.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (410kB)
Abstract
Pepaya (Carica papaya L.) adalah salah satu buah-buahan yang cukup banyak dikonsumsi dan mempunyai peranan besar dalam pemenuhan gizi dan kesehatan, digemari sebagai buah meja oleh masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Disamping citarasa buah yang manis dan menyegarkan, juga mengandung gizi yang tinggi dan lengkap. Seluruh manfaat sehat dari buah pepaya didapat dari berbagai kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Buah pepaya disebut memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari vitamin C pada buah jeruk. Selain itu, buah pepaya juga banyak mengandung vitamin A, vitamin B1, B3, B5, vitamin E, vitamin K, serat, kalsium, folat, potasium, dan magnesium. Seluruh nutrisi ini sangat baik untuk tubuh dan bisa memberi manfaat yang menyehatkan, (Anonim, 2020). Peniltian ini dilaksanakan di laboratorium Lingkungan tanaman dan laboratorium Biologi Universitas Trunojoyo Madura Bangkalan pada September hingga November 2020. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdapat 3 sample percobaan. Masing-masing sampel ( cawan petri) berisi 20 biji papaya. Berdasarkan pada hasil analisa dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa,
Pelepasan aril secara mekanis akan memberikan perkecambahan yang lebih baik dari pada secara fermentasi.
Suhu optimal untuk perkecambahan biji pepaya adalah suhu ruang sampai dengan 300C
Metode pelepasan aril secara mekanis yang diintegrasikan dengan suhu perkecambahan 300C dapat memberikan perkecambahan yang optimal.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANDI SUSANTO |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Pepaya cacarica L; suhu pemeraman; metode pelepasan aril/Papaya cacarica L; ripening temperature; aryl release method |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 22:57 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:19 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/29087 |
