TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20639-160111100011_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (328kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20639-160111100011_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20639-160111100011_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (285kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20639-160111100011_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (455kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20639-160111100011_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20639-160111100011_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (98kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20639-160111100011_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (276kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20639-160111100011_Appandices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
ABSTRAK
Di zaman millenial ini, persoalan Kekayaan Intelektual (selanjutnya disebut KI) kerap menjadi isu khususnya dalam hal kesenian tradisional. Insiden diklaimnya kesenian Indonesia oleh negara tetangga menjadi bukti masih minimnya pemahaman dan kesadaran masyarakat serta kurangnya tingkat perlindungan KI. Beberapa fenomena yang sering terjadi, adanya Eksploitasi seni yang menjerumus ke pelecehan seni tradisional. Sebagai sebuah karya seni tradisional yang tumbuh dan berkembang dalam suatu karya cipta tradisional di suatu daerah yang pada umumnya dikembangkan secara turun temurun dari suatu generasi ke generasi berikutnya, yang tidak dapat dilepaskan keberadaannya dari pengetahuan tradisional yang dikenal oleh masyarakat di daerah tersebut.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menelaah dan menganalisis data yang diperoleh dari sumber kepustakaan.
Hasil dari penilitian ini menunjukan bahwa dalam UUHC, “pakem” belum bisa dikatakan sebagai bagian dari objek perlindungan Hak Cipta. Dalam hal ini, “pakem” dikatakan sebagai aturan tak tertulis dalam sebuah tarian. Aturan tak tertulis ini biasanya merupakan elemen yang mengandung aturan sakral dan religiulitas yang tinggi, namun bukan hanya itu saja, aturan lain seperti penggunaan tata busana, tata rias, tata panggung, dan sebagainya juga bisa dikatakan sebagai aturan tak tertulis yang harus dipahami oleh pencipta dan pelaku seni.Perubahan “pakem” dalam Tarian Adat Bali belum bisa dikatakan melanggar Hak Cipta. Hal ini dikarenakan kata objek “pakem” masih tidak jelas karena merupakan aturan yang tidak tertulis. Namun dalam EBT dan UU Pemajuan Kebudayaan, keduanya menjunjung tinggi menghormati dan menghargai nilai-nilai budaya.
Kata Kunci: originalitas, pakem, tari, kebudayaan, Bali
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALVITA AMANDA |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | originalitas, pakem, tari, kebudayaan, Bali |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 22:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:18 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28904 |
