TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20622-16.01.111.00170_Abstract_TOC.pdf
Download (388kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20622-16.01.111.00170_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20622-16.01.111.00170_Chapter 1.pdf
Download (380kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20622-16.01.111.00170_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (388kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20622-16.01.111.00170_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (430kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20622-16.01.111.00170_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (377kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-20622-16.01.111.00170_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (182kB)
Abstract
ABSTRAK
Rumah merupakan salah satu aset yang dapat dikatakan paling mahal yang dapat dimiliki seseorang. Jual beli rumah dengan sistem syariah tanpa riba, tanpa BI cheking 100% Syariah perlu ditelaah lagi karena sistem Syariah tidak sekedar tidak memgandung riba saja dari mulai akag atau perjanjian jual beli sampai proses pembayaran dan penyerahannya harus dilakukan secara syar’i (sesuai syariat Islam). Masalah penelitian ini adalah apakah perjanjian jual beli rumah secara Syariah tanpa bank ini apakah sudah sesuai Syariah dan apakah Pengadilan Agama berwenang menjadi Lembaga penyelesaian sengketa jual beli rumah secara Syariah tanpa bank . Penipuan dan dan aman akan tetapi oleh seorang manusia selama hidupnya, karena rumah merupakan tempat untuk berlindung. Rumah ialah suatu bangunan yang berfungsi sebagai hunian dan rumah merupakan salah satu asset. Menurut Suhar sumadi, Rumah adalah tempat untuk berlindung dari pergantian iklim (panas dan hujan) dan tempat untuk beristirahat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (Statute approach). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjanjian yang digunakan dalam jual beli rumah secara Syariah tanpa bank adalah perjanjian konvensional yang tunduk pada Kitab Undang-undang Hukum Perdata bukan akad Syariah yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah, sehingga kata “Syariah” tersebut hanya digunakan sebagai label saja dan jika terjadi sengketa dari para pihak Pengadilan Agama tidak berwenang menjadi lembaga peradilan yang menyelesaikan sengketa yang terjadi antara mereka, namun yang berwenang adalah Peradilan Negeri.
Kata Kunci : Penjual, Pembeli, Rumah.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LISNASARI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Penjual, Pembeli, Rumah. |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 21:55 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:18 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28842 |
