TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39636-Abstract.pdf
Download (500kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39636-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39636-Chapter1.pdf
Download (521kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39636-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (575kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39636-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (542kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39636-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (945kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39636-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (505kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39636-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (520kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39636-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (695kB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji situasi diglossia dalam konteks Pendidikan Indonesia, khususnya di kegiatan ekstrakurikuler kelompok bahasa Inggris di SMAN 1 Bangkalan, SMAN 2 Bangkalan, dan SMAN 3 Bangkalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis situasi diglossia yang terjadi dalam pertemuan kelompok bahasa Inggris, serta menganalisis strategi yang digunakan oleh anggota kelompok bahasa Inggris untuk mengatasi diglossia. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif sebagai desain penelitian. Sumber data penelitian ini adalah 43 siswa, dan data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis berdasarkan teori Ferguson (1959), didukung oleh teori Azhar (2010) mengenai situasi diglossia serta Teori Akomodasi Komunikasi yang diusulkan oleh Giles & Ogay (2007) untuk mengungkap strategi yang digunakan oleh para siswa untuk mengatasi diglossia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami 13 situasi diglossia. Tiga situasi diglossia selaras dengan teori dan 10 situasi lainnya dapat diklasifikasikan sebagai perluasan konteks spesifik dari 3 situasi diglossiatersebut. Pertama, berbicara dengan teman dengan situasi spesifik yang lebih luas meliputi: menanyakan daftar hadir, mengajukan pertanyaan kepada teman, memberikan informasi untuk melanjutkan kegiatan, dan menelepon teman lain. Kedua, memimpin presentasi di depan kelas dengan situasi spesifik yang lebih luas meliputi: membuka kegiatan, memulai kegiatan, menyampaikan jawaban atau pendapat, memberikan latihan pidato singkat, melakukan diskusi kelompok, dan memberikan konsekuensi. Siswa yang mengalami 13 situasi diglossia tersebut menggunakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa resmi atau formal, Bahasa Madura sebagai Bahasa ibu atau bahasa informal, dan Bahasa Inggris sebagai Bahasa asing atau bahasa informal. Selain itu, penggunaan ketiga Bahasa ini mengungkapkam strategi yang mereka gunakan untuk mengatasi diglossia. Strategi konvergensi adalah yang paling sering digunakan oleh siswa menggunakan Bahasa Inggris karena terikat aturan di kelompok Bahasa Inggris. Sementara itu, divergensi jarang digunakan oleh siswa karena hanya sedikit siswa yang merasa cukup percaya diri untuk berbicara dalam Bahasa Madura. Penelitian ini mengindikasikan bahwa para siswa menangani 13 situasi diglossia dengan menggunakan Bahasa dan strategi yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa para siswa memilih Bahasa formal dan informal sesuai dengan tujuan dan situasi yang mereka hadapi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SITI FITRIANI |
| Department | Sastra Inggris |
| Uncontrolled Keywords | diglossia situation; English club; Senior High School; Bangkalan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Sastra Inggris |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 21:26 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:18 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28729 |
