TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39618-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (206kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39618-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39618-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (333kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39618-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (254kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39618-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (490kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39618-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (577kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39618-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (203kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39618-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (338kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-39618-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (359kB)
Abstract
Selada baby romaine merupakan salah satu komoditas hortikultura hidroponik yang memiliki tingkat permintaan cukup tinggi, namun dalam proses rantai pasoknya terdapat berbagai potensi risiko yang dapat menimbulkan kerugian maupun food loss. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang terjadi dalam rantai pasok, menentukan tingkat prioritas risiko, serta merumuskan strategi mitigasi risiko pada rantai pasok selada baby romaine di Kebun Sayur Surabaya. Metode yang diterapkan meliputi Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk memetakan aktivitas rantai pasok serta House of Risk (HOR) untuk menganalisis prioritas risiko dan menentukan strategi mitigasi yang sesuai. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi kepada responden yang terdiri atas manajer serta beberapa divisi operasional perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 34 risk event dan 26 risk agent dalam aktivitas rantai pasok selada baby romaine. Berdasarkan perhitungan Aggregate Risk Potential (ARP), risk agent yang menjadi prioritas utama adalah gangguan pada sistem pengatur suhu dan keterbatasan kapasitas kulkas penyimpanan karena memiliki tingkat risiko tertinggi yang berdampak signifikan terhadap kualitas produk. Selain itu, beberapa risk agent lain yang termasuk prioritas meliputi penjadwalan bahan baku yang belum dievaluasi secara berkala, belum tersedianya SOP penyortiran, human error pada proses penghitungan persediaan dan pengemasan, lemahnya pengendalian kualitas dari pihak pemasok, keterbatasan supplier alternatif, serta kendala distribusi seperti kemacetan dan kesalahan input data. Strategi mitigasi yang direkomendasikan antara lain penyusunan SOP penyortiran secara tertulis, penerapan standar kualitas bagi supplier, pembentukan tim Quality Control, pengecekan ulang data pesanan sebelum proses pengiriman, penambahan kapasitas kulkas penyimpanan, penerapan dokumen Service Level Agreement (SLA) dengan pemasok, serta pelaksanaan pelatihan karyawan secara rutin. Penerapan strategi mitigasi tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi kerugian sekaligus meningkatkan efektivitas rantai pasok di Kebun Sayur Surabaya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IWAN PANJAITAN |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | Kebun Sayur Surabaya; Manajemen Risiko; Supply Chain Operational Reference (SCOR); House of Risk (HOR); Risk Event; Risk Agent; Diagram Pareto |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 17 Oct 2026 21:10 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:18 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/28665 |
